Demikian tanggapan dari Jubir Kepresidenan, Julian Aldrin Pasha, tentang isu adanya unsur ormas dan BEM di dalam rombongan kenegaraan Presiden SBY ke China dan Korea Selatan. Kunjungan itu dijadwalkan pada pekan ini.
"Tidak ada," kata Julian yang ditemui di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (19/3/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bisa saja ada unsur dari BEM atau ormas asal Indonesia yang hadir di lokasi kegiatan Presiden SBY di China dan Korea Selatan. Namun Julian tegas memastikan kehadiran mereka bukan atas undangan dari Kepresidenan atau jajaran pemerintahan.
"Kemungkinan mereka diundang institusi lain, oleh Korsel misalnya. Karena aktivitas kepemudaan atau organisasi kemahasiswaan saat ini jaringannya juga mendunia," ujar Julian.
Menurut jadwal pada 22 Maret, Presiden SBY bertolak ke China untuk mengadakan kunjungan kenegaraan dilanjutkan ke Seoul, Korea Selatan, untuk mengikuti Nuclear Security Summit (NSS). Presiden SBY dan rombongan kembali ke Tanah Air pada 29 Maret 2012.
Sempat beredar desas-desus bila ada pulungan orang unsur BEM dan ormas yang turut dalam rombongan tersebut. Ikutnya mereka diyakini untuk meredam aksi unjuk rasa menolak kenaikan harga BBM.
(lh/ndr)











































