Hal itu diungkapkan Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin kepada wartawan seusai acara International Conference On Sustainable Innovation and International Joint Seminar (ICoSI-IJS) 2012 di Sportorium kampus UMY, di kampus Tamantirto Kasihan, Bantul, Senin (19/4/2012).
"Muhammadiyah tidak setuju dengan kenaikan harga BBM dan kita melihat ada praktek politik yang tidak benar," kata Din Syamsuddin.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut dia, keburukan pengelolaan minyak sampai saat ini belum bisa diakhiri. Kenaikan harga BBM dengan alasan untuk mengurangi subsidi adalah sebuah kamuflase.
"Kalau harga BBM dinaikkan dengan alasan mengurangi atau mengalihkan subsidi, ini hanya sebuah kamuflase. Apalagi dialihkan dengan BLT untuk mencari simpati rakyat. Inilah sebuah praktek politik yang tidak benar," ungkap Din.
Dia menambahkan Muhammadiyah sudah menyiapkan Judicial Review beberapa undang-undang. Tujuannya agar berbagai masalah yang berkaitan dengan pengelolaan sumber daya alam bisa diatasi dan diakhiri.
"Muhammadiyah menilai kenaikan BBM bukan keputusan bijak," katanya.
Menurut Din, rencana pengajuan JR akan dibahas di sidang pleno. Din sendiri akan membawanya ke MK. Dia berharap MK melihat secara jernih UU yang membela kebutuhan rakyat dan bangsa.
"Terserah, kalau kenaikan BBM tidak bisa dicabut lagi, berarti pemerintah keras kepala, pemerintah tidak mau memperhatikan suara rakyat," jelasnya.
(bgs/try)











































