Demikian disampaikan Kapolres Donggala AKBP Dicky Haryanto, pada detikcom, Senin (19/3/2012). Ia mengatakan terungkapnya rencana penyelundupan minyak tanah tersebut berdasarkan informasi warga setempat.
"Saya sendiri yang datang ke tempat kejadian perkara di Balukang dan mendapati minyak tanah di dalam jeriken disembunyikan di kolong rumah," kata Dicky di Mapolres Donggala, Kota Banawa.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dari rumah tersebut, polisi menemukan 60 jeriken yang masing-masing berukuran 35 liter. Total keseluruhan mencapai 2,3 ton.
Dari pengembangaan penyelidikian diketahui, minyak tanah yang sudah ditimbun itu akan dijual ke warga yang bermukim di kepulauan dan di pesisir Kalimantan. Harga minyak tanah per liter di wilayah itu bisa mencapai Rp 10 ribu.
Saat ini, barang bukti sudah diamankan di Mapolres Donggala. Polisi berupaya mengungkap jaringan penyelundup minyak tanah antarpulau. Wilayah pesisir Pantai Barat, Kabupaten Donggala selama ini dikenal rawan aksi-aksi penyelundupan, seperti kayu hitam, fauna laut langka seperti penyu hijau dan BBM.
(trw/trw)










































