Langkah Tridianto ini dilakukan untuk memberikan klarifikasi atas berbagai tudingan Nazaruddin terhadap Anas. Mulai dari isu politik uang di Kongres PD hingga keterlibatan Anas dalam kasus wisma atlet.
"Kebohongannya menghancurkan PD, mungkin teman-teman bisa menjelaskan kepada masyarakat bahwa Anas tiap sore datang untuk melaksanakan rapat adalah tidak benar, karena saya satu tahun lebih menemani saudara Nazar dan tidak pernah melihat saudara Anas datang seperti apa yang dikatakan Nazar di persidangan," jelas Tridianto saat menggelar jumpa pers di Warung Daun, Cikini, Jakarta, Selasa (19/3/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tidak ada arahan menyerang, saya bicara ini atas dasar kebenaran dan fakta. Kita menjelaskan kalau Nazar berbohong," imbuhnya.
Saat ditanya soal politik uang seperti yang diakui oleh DPC lain, Tridianto membantahnya. Menurut dia, semua kandidat calon ketua umum saat itu memang memberi akomodasi dan transportasi.
"Saya jamin untuk Cilacap tidak ada, justru saya sendiri untuk pemenangan Anas, saya membina 22 kabupaten. Selama setengah tahun saya mengocek sendiri sekitar Rp 700 juta," jelasnya.
Sementara untuk penyakit yang diderita Nazar, Tridianto menilai itu terjadi selama di persidangan saja. Selama berteman dengan eks Bendahara Umum PD itu, Tridianto tak pernah melihatnya sakit.
"Selama saya mendampingi Nazar belum pernah ada keluhan sakit Nazar. Mungkin sekarang karena stres bebannya memikirkan kasus," tegas pria yang mengaku punya ruangan di Tower Permai ini.
(mad/)











































