5 Pelaku Perampokan Kereta Eksekutif Diringkus
Kamis, 05 Agu 2004 22:00 WIB
Jakarta - Polda Metro Jaya menangkap 5 pelaku perampokan yang sering beroperasi di atas kereta api eksekutif. Mereka ditangkap di Stasiun kereta api Jatinegara, Jakarta Timur, Kamis (5/8/2004) pagi. Para pelaku perampok di atas kereta api Jakarta-Semarang ditangkap saat keluar dari kereta api Kamandanu. Mereka sebelumnya telah menjadi incaran karena kerap melakukan perampokan di atas kereta sebelumnya.Mereka yang tertangkap adalah Irianto (34), M. Soleh (30), Usman Kholid (25), Rudi Prianto (36), dan Surya (33). Kepada wartawan, Rudi mengaku sudah beroperasi sejak tahun 2004. Tusuk gigi menjadi alat untuk merampok."Caranya gampang. Saya biasanya beroperasi malam hari, saat penumpang tertidur pulas. Biasanya tas mereka selalu digembok. Tetapi dengan tusuk gigi, resleting tas gampang didedel," ujarnya seraya mempraktekkan cara jitunya mendedel tas yang sudah digembok pemiliknya. Betul saja, dengan waktu singkat, dalam waktu kurang dari satu menit, tas tersebut bisa dibuka mudah. Tidak itu saja, ternyata tusuk gigi tersebut bisa menjadi senjata ampuh untuk memindahkan kaki sang pemilik tas yang biasanya sengaja menindih tasnya agar tidak diusik. Tusuk gigi tersebut Rudi tusukkan ke kaki penumpang yang tengah tertidur lelap. Rudi mengaku, mendapatkan ilmu unik ini dari seorang temannya yang kerap bertemu di Terminal Pulogadung, Jakarta Timur. Namun Rudi enggan menyebutkan siapa nama sang 'Guru'. Ia mengatakan, perempuan sering menjadi korban perampokan pihaknya. "Mereka biasanya lebih mudah. Dan yang saya tuju hanyalah uang tunai. Perhiasan tidak.""Kalau perhiasan biasanya banyak yang imitasi. Repot," kata Rudi enteng.Pihaknya biasa merampok 3 kali dalam sebulan. Kereta yang dipilihnya selalu berjenis kereta eksekutif, seperti Kereta Kamandanu, Dwipangga, Argo Lawu, dan Taksaka. Dengan bermodal sekitar Rp 125 ribu, Rudi bisa mengantongi uang sekitar Rp 1-2 juta. Biasanya uang tersebut digunakan untuk minum dan berfoya-foya, karena Rudi mengaku belum menikah.Sedang Irianto mengaku baru beroperasi sekali ini. Itu pun gagal, karena penumpang yang diincarnya bangun saat Irianto tengah beroperasi. "Padahal saya sudah menusuk kakinya. Kakinya sudah keangkat, tapi suaminya bangun. Lalu saya pura-pura tidur," sesalnya.Dua tersangka lainnya, M. Sholeh dan Usman Hamid menolak disebut pelaku perampokan. Dua bersaudara ini membantah dituduh sebagai perampok. Mereka mengaku, berteman dengan Irianto sejak mereka tinggal di Surabaya. Namun dengan Rudi, mereka mengaku tidak saling kenal."Saya pergi hajatan saudara saya di Semarang. Saya bersama saudara saya Usman dan Surya. Irianto minta ikut. Kalau Rudi sih katanya teman Irianto," jelas Sholeh. Tapi polisi menemukan barang bukti tusuk gigi yang diselipkan di dompet Surya, Irianto dan Rudi.
(ton/)











































