DPD PAN Solo Kecewa Jokowi Maju di Pilgub DKI Jakarta

DPD PAN Solo Kecewa Jokowi Maju di Pilgub DKI Jakarta

Muchus Budi R. - detikNews
Senin, 19 Mar 2012 12:34 WIB
DPD PAN Solo Kecewa Jokowi Maju di Pilgub DKI Jakarta
Solo - Belum juga mendaftar secara resmi sebagai calon gubernur DKI Jakarta, Jokowi sudah dihadang protes. Kali ini protes datang dari Solo. Partai Amanat Nasional (PAN) menilai Jokowi tidak menepati janjinya saat akan mencalonkan diri sebagai Walikota Surakarta tahun 2010 lalu bahwa akan menyelesaikan tugasnya hingga akhir masa jabatan.

Hal tersebut disampaikan oleh Wakil Ketua bidang Informasi dan Komunikasi Politik DPD PAN Kota Surakarta, Al Amin, Senin (19/3/2012). Amin mengatakan Rapat DPD PAN Surakarta memutuskan untuk tetap meminta pasangan Jokowi - Rudy menjaga komitmennya dengan PAN dan koalisi partai pendukung bahwa akan menjalankan tugasnya hingga selesai masa tugas pada 2015 jika terpilih.

Namun pernyataan PAN ini langsung ditanggapi oleh Wakil Walikota Surakarta, Hadi Rudyatmo. Menurut Rudy, saat itu tidak ada komitmen seperti yang disampaikan Al Amin tersebut. Bahkan Rudy menegaskan pasangan Jokowi - Rudy saat itu secara resmi hanya diajukan oleh PDIP, sedangkan PAN dan PKS hanya partai pendukung yang menyatakan akan memberikan dukungan suara.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Tidak ada koalisi saat itu. PDIP merupakan partai tunggal yang mengajukan pasangan kami. PAN dan PKS belakangan kemudian memberikan dukungan. Itu pun tidak ada kesepakatan-kesepakatan atau komitmen-komitmen tertentu. Silakan saja cek kalau memang ada hitam di atas putih yang menunjukkan bahwa kami terikat oleh kesepakatan apa pun," ujar Rudy.

Pernyataan Rudy tersebut dibenarkan oleh Ketua DPD PKS Kota Surakarta, Sugeng Riyanto. Sugeng mengaku menjelang Pilkada Kota Surakarta 2010 lalu memang PKS merupakan salah satu partai yang memberikan dukungan kepada pasangan Jokowi - Rudy. Menurutnya, dukungan itu diberikan setelah melihat prestasi dan kinerja pasangan tersebut pada periode sebelumnya (tahun 2005-2010).

"Tidak ada item atau kesepakatan apa pun. Kalau sekarang Pak Jokowi hendak maju ke Pilkada Jakarta atas penugasan induk organisasi partainya, kami bisa memaklumi dan tidak bisa mengintervensi apapun. Bagi partai politik maupun pelaku politik, semua pilihan yang ditempuh pasti adalah demi kebaikan rakyat. Karena itu kita harus memberikan apresiasi baik atas sikap itu," ujar Sugeng.

(mbr/mad)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini