Hal tersebut disampaikan oleh Wakil Ketua bidang Informasi dan Komunikasi Politik DPD PAN Kota Surakarta, Al Amin, Senin (19/3/2012). Amin mengatakan Rapat DPD PAN Surakarta memutuskan untuk tetap meminta pasangan Jokowi - Rudy menjaga komitmennya dengan PAN dan koalisi partai pendukung bahwa akan menjalankan tugasnya hingga selesai masa tugas pada 2015 jika terpilih.
Namun pernyataan PAN ini langsung ditanggapi oleh Wakil Walikota Surakarta, Hadi Rudyatmo. Menurut Rudy, saat itu tidak ada komitmen seperti yang disampaikan Al Amin tersebut. Bahkan Rudy menegaskan pasangan Jokowi - Rudy saat itu secara resmi hanya diajukan oleh PDIP, sedangkan PAN dan PKS hanya partai pendukung yang menyatakan akan memberikan dukungan suara.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pernyataan Rudy tersebut dibenarkan oleh Ketua DPD PKS Kota Surakarta, Sugeng Riyanto. Sugeng mengaku menjelang Pilkada Kota Surakarta 2010 lalu memang PKS merupakan salah satu partai yang memberikan dukungan kepada pasangan Jokowi - Rudy. Menurutnya, dukungan itu diberikan setelah melihat prestasi dan kinerja pasangan tersebut pada periode sebelumnya (tahun 2005-2010).
"Tidak ada item atau kesepakatan apa pun. Kalau sekarang Pak Jokowi hendak maju ke Pilkada Jakarta atas penugasan induk organisasi partainya, kami bisa memaklumi dan tidak bisa mengintervensi apapun. Bagi partai politik maupun pelaku politik, semua pilihan yang ditempuh pasti adalah demi kebaikan rakyat. Karena itu kita harus memberikan apresiasi baik atas sikap itu," ujar Sugeng.
(mbr/mad)










































