Darsup Yusuf Mengira Cek Pelawat Berasal Adang Darajatun

Sidang Kasus Nunun

Darsup Yusuf Mengira Cek Pelawat Berasal Adang Darajatun

- detikNews
Senin, 19 Mar 2012 12:00 WIB
Darsup Yusuf Mengira Cek Pelawat Berasal Adang Darajatun
Jakarta - Mayjen (purn) Darsup Yusuf hari ini bersaksi untuk terdakwa Nunun Nurbaetie di pengadilan negeri Tipikor. Awalnya, mantan anggota DPR dari fraksi TNI/Polri ini mengira cek pelawat yang diberikan padanya berasal dari Adang Daradjatun.

Darsup menilai demikian karena awalnya dia diajak pergi oleh Udju Djuhaeri, perwira kepolisian yang juga temannya di fraksi TNI/Polri, pada sekitar 2004. Bersama dengan anggota fraksi itu lainnya, Sulistiyadi dan Suyitno mereka berempat menuju kantor PT Wahana Esa Sembada, perusahaan yang dipimpin Nunun.

"Kita ke sana karena diajak oleh pak Udju," tutur Darsup dalam kesaksiannya di pengadilan Tipikor, Jl Rasuna Said, Jaksel, Senin (19/3/2012).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kemudian, setibanya di kantor Wahana Esa Sembada, yang ada di Jl Riau Jakarta Pusat, mereka diberi amlop besar warna coklat yang belakangan diketahui berisi cek pelawat. Serah terima cek pelawat itu dilakukan Udju dan Arie Malangjudo, pegawai Nunun.

Meski mengakui menerima amlop berisi cek pelawat tersebut, Darsup mengaku tidak pernah mengetahui cek itu untuk keperluan apa. Menurutnya kalau sudah rejeki ya tidak perlu ditolak.

Malah dia berpikir cek itu berasal dari Adang Daradjatun yang pada saat itu menjabat sebagai Wakapolri.
 
"Saya pikir itu dari pak Adang. Karena pak Udju merupakan mantan stafnya pak Adang yang saat itu jadi Wakapolri," tutur Darsup.

Selain itu, Darsup mengira cek berasal dari Adang karena di kantor PT Wahana Esa Sembadda terdapat foto Adang berukuran besar. Namun Darsup juga tidak pernah mengkonfirmasinya ke Adang Daradjatun. "Saya tidak kenal dengan pak Adang, saya cuma lihat di foto saja," ujar Darsup yang menjadi terpidana dalam kasus ini.

(/mad)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini