Pembagian paket BBM ini pertama kalinya diberikan kepada masyarakat kalangan bawah dan nelayan miskin di Kelurahan Tebing Tinggi Okura, Pekanbaru.
"Kita sangat menyayangkan sikap pemerintah yang akan menaikan BBM pada April mendatang. Padahal masih banyak cari lain yang harus dilakukan pemerintah untuk menggenjot produksi minyak kita yang selama ini justru merosot tajam. Riau selaku penghasil minyak juga terabaikan oleh kebijakan pemerintah yang selama ini kurang memperhatikan Bumi Melayu selaku penghasil Migas terbesar di Indonesia," kata Ketua FRM, Eddy Akhmad RM kepada detikcom, Senin (19/3/2012) di Pekanbaru.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini sikap kita yang menolak atas kenaikan BBM. Pemerintah hanya bisa mencabut subsidi untuk BBM, tapi tidak bisa menghentikan korupsi yang terus meraja lela. Kita masyarakat Riau menyayangkan atas rencana penarikan subsidi BBM itu," kata mantan Ketua Dewan Kesenian Riau ini.
Dalam pembagian paket BBM di Kelurahan Okura ini, FRM membagikan BBM gratis terhadap 150 Kepala Keluarga (KK). Masing-masing nilainya minimal Rp 50 ribu. Mereka yang menerima pembagian paket BBM ini terdiri masyarakat miskin dan nelayan yang selama ini mencari ikan di sungai Siak.
"Kenaikan BBM ini berimbas pada rakyat miskin. Apalagi belakangan ini, BBM mulai menghilang. Imbasnya nelayan tak bisa lagi mencari ikan," kata Eddy.
(cha/try)











































