Aksi dilakukan di depan pintu masuk kampus UMY di Ringroad Selatan Tamantirto Kasihan, Bantul, senin (19/3/2012), mulai pukul O8.30 WIB. Massa tidak masuk kampus, karena pintu gerbang kampus sudah dijaga satpam dan polisi. Hanya yang membawa undangan dan kartu identitas, yang diizinkan masuk. Massa akhirnya menggelar aksi di jalur lambat ringroad.
Saat aksi berlangsung, sedikitnya 200-an aparat kepolisian yang berseragam maupun tidak, turun tangan. Peserta aksi dikelilingi aparat sehingga tidak bisa bergerak ke mana-mana.
Koordinator aksi, Arief disela-sela aksi mengatakan pihaknya akan terus menyuarakan penolakan kenaikan harga BBM karena akan semakin menyengsarakan rakyat. Pemerintah dinilai salah dalam mengelola sumber daya alam sehingga banyak dikuasai asing.
"Subsidi untuk rakyat miskin harus tetap ada, tidak boleh dicabut dan harus dinaikkan anggarannya untuk kesejahteraan rakyat," katanya.
Sampai saat ini, mahasiswa terus menggelar orasi secara bergantian di pinggir jalan. Massa tetap tidak bisa masuk Universitas Muhamadiyah Yogyakarta, tempat Boediono membuka International Conference on Sustainable Innovation (ICoSI).
(bgk/trw)











































