Hal ini diungkapkan Ketum DPP PD, Anas Urbaningrum, ketika membuka pertemuan silaturahim elit PD. Pertemuan berlangsung di kediaman pribadi Ketua Wanbin PD, Susilo Bambang Yudhoyono, di Cikeas, Bogor, Minggu (18/3/2014).
"Kita membaca di media massa pada tanggal 10 Januari 2012, Ibu Megawati Soekarnoputri, mantan presiden kita, juga menyampaikan bahwa pilihan yang realistis adalah menaikkan harga BBM," kata Anas.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Menjamin keselamatan ekonomi nasional, merupakan kepentingan seluruh rakyat," tegas Anas.
Bila keputusan tersebut akhirnya pemerintah terapkan, maka wajib untuk mendampinginya dengan program perlindungan bagi rakyat miskin. Program itu memastikan bahwa rakyat miskin yang paling terdampak kenaikan harga BBM, tetap dapat hidup sebagaimana mestinya.
"Di dalam situasi sesulit apapun, pemrintah harus mempunya hati dan empatinya kepada rakyat miskin," sambung Anas.
Sebelumnya dia juga menyatakan, hanya Habibie yang tidak naikkan harga BBM ketika jadi Presiden RI. Namun itu karena pemerintahan Habibie merupakan pemerintahan transisi.
Sedangkan presiden lainnya RI sebelum SBY, semuanya pernah menaikkan harga BBM. Namun bedanya kenaikan BBM di era SBY diiringi program kompensasi untu lindungi warga masyarakat miskin yang paling terdampak, sedangkan presiden lainnya tidak demikian.
"Presiden lain sebelumnya hanya menaikkan harga BBM, tanpa pernah menurunkannya. Tetapi Presiden SBY pernah menurunkan harga BBM," sambung Anas.
Pertemuan diikuti oleh seluruh kader PD dalam DPP, Wanbin, Wanhor, Komwas, FPD DPR RI dan DPD. Di dalam kesempatan seperti ini, Ketua Wanbin PD memberikan arahan mengenai tantangan ke depan bagi PD dan bangsa.
(lh/van)