Pihak keluarga mencurigai Thomas tewas akibat dianiaya, karena di tubuh korban ditemukan bekas memar, yaitu di bagian punggung dan tengkuk belakang. Untuk mengetahui penyebab kematian korban, jenazah Thomas dibawa oleh keluarganya ke RS PMI Bogor guna diotopsi.
"Kematian korban mencurigakan, soalnya sehari sebelum dia meninggal, salah satu anaknya masih sempat berkomunikasi lewat telepon selular," ujar Edward Tampubolon (59) adik ipar korban kepada wartawan di RS PMI Bogor, Jl Pajajaran, Kota Bogor, Minggu (18/3/2012) petang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saat saya cek badannya biru-biru di punggung dan tengkuk belakang. Selain itu, korban juga mengeluarkan kotoran dan sperma, seperti menahan sakit," tutur Edward.
Sementara itu, dikonfirmasi secara terpisah Kepala Seksi Pembinaan Lapas Paledang, Risman mengatakan, korban meninggal di RS Marzoeki Mahdi.
"Saya dapat kabar dari anggota kalau ada tahanan yang sakit, kemudian kita bawa ke RS Marzoeki Mahdi, tapi tidak lama kemudian meninggal," terang Risman kepada wartawan.
Risman menjelaskan, korban meninggal karena sakit, tapi dia mengaku tidak mengetahui korban sakit apa. "Silakan tanya ke dokter yang memeriksanya, saya kan bukan dokter," ucapnya singkat.
(gun/gun)











































