PKS Masih Bingung Tentukan Pilihan
Kamis, 05 Agu 2004 18:00 WIB
Jakarta - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) hingga kini masih belum bisa memutuskan akan mendukung Megawati atau Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dalam Pemilu Presiden (Pilpres). Keduanya kurang memenuhi syarat ideal presiden yang ditetapkan PKS."Penetapan keputusan siapa yang akan didukung PKS tak bisa dilakukan secara terburu-buru. Mengenai Mega, dia terganjal karena tak lulus S-1. Padahal syarat PKS pendidikan minimal (bagi presiden) S-1. Sedang SBY belum jelas bagaimana sikapnya terhadap demokrasi," kata Ketua Departemen Kepemudaan PKS Mustafa Kamal di sela-sela diskusi di kantor PBNU, Jl. Kramat Raya, Jakarta, Kamis (5/8/2004). Meski syarat ideal tidak dipenuhi, PKS memastikan tidak akan menyarankan pendukungnya agar tidak memilih alias menjadi golongan putih (golput). Menurut Mustafa, golput merupakan sikap yang egois. "(Golupt) itu sikap yang egois. Lebih baik kita merekomendasikan mana yang lebih baik," katanya.Bagaimana kriteria lebih baik, PKS masih terus melakukan pembahasan. Masalah jender yakni keberatan perempuan menjadi pemimpin juga menjadi perdebatan. Namun, kata Mustafa, PKS lebih mengutamakan pertimbangan berdasarkan program dan visi masing-masing capres. "Kerangka besar pemikirannya, bagaimana bangsa kita bisa ikut serta dalam proses demokrasi ini. Pada akhirnya PKS mungkin akan menentukan capres yang akan didukung setelah melalui pertimbangan-pertimbangan," demikian Mustafa.
(iy/)











































