Tjahjo: Ahok Belum Pasti Diusung PDIP Jadi Cawagub

Tjahjo: Ahok Belum Pasti Diusung PDIP Jadi Cawagub

Ferdinan - detikNews
Minggu, 18 Mar 2012 14:47 WIB
Jakarta - Selain menetapkan calon gubernur DKI, rapat kerja khusus membahas Pemilihan Gubernur DKI Jakarta yang digelar PDIP juga membahas calon wakil gubernur. Namun, PDIP hingga saat ini masih kesulitan menetapkan siapa cawagub yang dipilih untuk mendampingi Adang Ruchiatna atau Joko Widodo.

"Keputusan besok siang langsung didaftarkan ke KPUD DKI. Senin (19/3) siang seluruh struktur partai se-DKI berkumpul di DPD DKI," kata Sekjen PDIP Tjahjo Kumolo dalam pesan singkatnya kepada detikcom, Minggu (18/3/2012).

Namun Tjahjo tidak menyebutkan nama-nama cawagub yang kini digodok partainya dalam rapat siang ini di Kantor DPD PDIP Jakarta, Jalan Tebet Raya, Jakarta Selatan. Pun ketika ditanya nama Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok yang disodorkan Gerindra menjadi cawagub.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Masih ada waktu sampai besok siang untuk langsung didaftarkan. Belum pasti nama (Ahok) tersebut," terangnya.

Seperti diketahui, Gerindra menyatakan kesediaannya berkoalisi dengan PDIP untuk Pilgub Jakarta. Ketua Dewan Pembina Gerindra, Prabowo Subianto bahkan telah bertemu dengan Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri, Kamis (15/3) lalu di Kantor DPP PDIP Lenteng Agung, Jakarta.

Sekjen Gerindra Ahmad Muzani menyebut Prabowo menginginkan Jokowi, Wali Kota Solo untuk maju menjadi gubernur kota megapolitan ini. Untuk pendampingnya, Gerindra menyebut nama Ahok, kader Partai Golkar yang kini duduk sebagai anggota Komisi II DPR.

Ketua Pelaksana Harian DPD PDIP Jakarta Djarot Syaiful Hidayat mengakui PDIP akan berkoalisi dengan sejumlah parpol untuk memenuhi syarat pencalonan yakni minimal 15 kursi di DPRD DKI. PDIP sebutnya menjadikan Gerindra sebagai partner utama koalisi. Adapun kursi PDIP di DPRD DKI berjumlah 11 kursi, sementara Gerindra memiliki 6 kursi.

"Ada Gerindra, ada parpol non kursi yang bisa dikumpulkan. Gerindra dan PDIP kursinya sudah cukup. Karena itu partai memerintahkan untuk tetap menjalin hubungan dengan parpol yang akan disertakan dalam koalisi," terangnya.

(fdn/gun)


Berita Terkait