Branding Sate-Nasi Goreng di Bazar International Day

Laporan dari Dubai

Branding Sate-Nasi Goreng di Bazar International Day

Eddi Santosa - detikNews
Minggu, 18 Mar 2012 14:06 WIB
Branding Sate-Nasi Goreng di Bazar International Day
Dubai - Citarasa sate dan nasi goreng yang hot dan spicy menyita perhatian di antara kuliner dari AS, Belanda, Belgia, Inggris, Yunani, Irlandia, Italia, Jerman, Prancis, Rusia, Armenia, Spanyol, dan Swedia. Bahkan pengunjung rela menunggu sate yang sedang dibakar.

Suasana hiruk-pikuk siswa, orangtua dan pengunjung umum mewarnai anjungan Indonesia dalam bazar International Day yang diselenggarakan oleh Emirates International School (EIS), salah satu sekolah terkemuka di Dubai.

"Bekerjasama dengan Dharma Wanita Persatuan, KJRI Dubai memanfaatkan peluang ini untuk mempromosikan Indonesia," Konsul Pensosbud Adiguna Wijaya kepada detikcom, Minggu (17/3/20122).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Total ada 43 negara berpartisipasi dalam bazar internasional tahunan ini. Selain Indonesia dan negara-negara Amerika-Eropa, juga ada Australia, Afghanistan, Afrika Selatan, Aljazair, Brazil, Cina, Filipina, India, Irak, Iran, Jepang, Kazakhtan, Kenya, Korea Selatan, Lebanon, Malaysia, Maroko, Mesir, Meksiko, Nigeria, Pakistan, Palestina, Syria, Srilanka, Thailand, Turki, Vietnam, Yaman, dan Yordania.

Beberapa anjungan mendapat dukungan dari perwakilan pemerintah negaranya dan ada pula yang sifatnya independen oleh para orang tua murid dan kerabatnya. Mereka menampilkan keunikan seni budaya, makanan dan minuman khas negaranya masing-masing serta materi promosi pariwisata.

Bagi Indonesia ini adalah partisipasi kedua melalui DWP dan KJRI Dubai. Di samping mengenalkan sate dan nasi goreng, juga mi goreng, pangsit goreng, kue kelepon, dadar gulung, risoles, bakwan, dan aneka permen bercitarasa Indonesia, seperti permen jahe dan asem jawa.

Selain menyerbu hidangan yang gurih lezat dengan aroma sate menggantung pekat di udara, para pengunjung juga terlihat mengambil aneka brosur pariwisata dan buku resep kuliner Indonesia, sambil menyaksikan tayangan video promosi pariwisata Indonesia yang ditampilkan.

"DWP dan KJRI Dubai berpartisipasi dalam kegiatan bazaar ini untuk lebih memperkenalkan keberagaman budaya Indonesia. Kita berharap upaya ini akan mendorong peningkatan citra Indonesia yang lebih positif di Dubai," ujar Konsul Jenderal RI Mansyur Pangeran saat meninjau anjungan.

Selain itu, lanjut Konjen, upaya promosi Indonesia ini akan menggugah minat dan ketertarikan masyarakat Dubai, baik warga setempat maupun asing, untuk mencari informasi lebih jauh mengenai Indonesia, agar mereka dapat mengenal Indonesia lebih mendalam.

"Dari situ diharapkan pula mereka akan memilih Indonesia sebagai tempat tujuan wisata bersama keluarga maupun teman," imbuh Konjen.

Anjungan Indonesia ramai dikunjungi juga karena sangat berbeda penampilannya dibandingkan dengan 43 negara lainnya. Dekorasi anjungan Indonesia menunjukkan ciri kuat keberagaman budaya Indonesia dengan dominasi ornamen khas Bali, miniatur Minangkabau, batik dan berbagai kerajinan tradisional berbagai daerah.

Para anggota DWP dan beberapa staf KJRI Dubai yang menjaga anjungan secara khusus juga memakai busana adat berbagai daerah dan busana nasional kebaya yang juga menjadi daya tarik tersendiri. Dibandingkan dengan busana tradisional peserta dari negara-negara lainnya, busana Indonesia terlihat lebih menonjol.

Bazar internasional (15/3/2012) juga dimeriahkan dengan panggung hiburan yang diisi dengan pertunjukan tari tradisional dan seni lainnya dari berbagai negara, diantaranya UAE, Turki, India, Rusia, China, Pakistan dan Syria. Seorang pelajar Indonesia, Bukie Basudewa, tampil membawakan lagunya Andre Hehanusa Karena Ku Tahu Engkau Begitu dan mendapat aplaus meriah.

EIS yang didirikan pada 1991, saat ini memiliki 1.800 siswa dari 80 kebangsaan dan lebih dari 180 tenaga pengajar dan staf dengan latarbelakang 22 macam kebangsaan. Keberagaman latar belakang budaya dan bangsa menjadi salah satu ciri khas utama sekolah ini.

Sekolah ini juga menjadi sekolah pertama di Dubai yang melaksanakan The International Baccalaureate (IB) Diploma Programme, karena sejak tahun 1992 telah diakreditasi secara internasional sebagai The IB World School.

(es/es)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini