RI-Singapura Teken MoU Atasi Perompakan Laut

RI-Singapura Teken MoU Atasi Perompakan Laut

- detikNews
Kamis, 05 Agu 2004 17:28 WIB
Yogyakarta - Masih maraknya kasus perampokan dan perompakan laut di beberapa wilayah kepulauan menjadi keprihatinan berbagai negara di Asia Tenggara terutama negara Indonesia dan Singapura. Delegasi kedua negara menandatangani kesepakatan melakukan patroli keamanan bersama untuk mengatasi perompakan dan perampokan di laut.Penandatanganan komite bersama itu dilakukan di Hotel Hyatt Regency di Pelagan Tentara Pelajar Yogyakarta, Kamis (5/8/2004) yang tertuang dalam 'The 22-nd Indonesia-Singapore Joint Coordinating Committee Meeting.' Dalam pertemuan bilateral itu, delegasi Indonesia dipimpin oleh Asisten Operasional Kasum TNI Mayjen Adam R Damiri. Sedangkan delegasi Singapura dipimpin oleh Director Operation & Planning Angkatan Bersenjata Singapura, Brigjen Ng Chee Kern.Juru bicara delegasi kedua negara Kol DJ Nachrowi seusai penandatanganan kepada wartawan mengatakan meski jumlah gangguan perompakan di laut kedua negara itu jumlanya relatif sedikit dibanding di wilayah lain, namun dengan digelarnya patroli keamanan bersama di sekitar perairan kedua negara itu, gangguan keamanan berupa perampokan dan perompakan laut berhasil ditekan.Menurut Nachrowi, berdasarkan data yang ada di tahun 2003 sebenarnya sangat sedikit terjadi perompakan di area operasi patroli bersama. Di wilayah perairan di Singapura cuma 2 kasus. Itu pun hanya kasus tabrakan antarkapal. Sedangkan di Indonesia memang sering terjadi kasus perampokan dan perompakan laut."Jumlah itu sebenarnya sudah sangat sedikit dibandingkan dari informasi yang diberikan biro maritim yang sangat banyak jumlahnya. Namun ke depan kita berupaya menekan dan akan kita hilangkan sama sekali," tegas Nachrowi.Untuk Indonesia, selama operasi berlangsung, sudah menggelar dua unit tim anti perompakan yang digelar sekitar di Pulau Mapor dan Nongsah di sekitar Pulau Batam melalui Guskamlabar (Gugus Keamanan Laut wilayah Barat). Sedangkan angkatan bersenjata Singapura juga menggelar operasi serupa di sekitar pulau terutama yang berdekatan dengan pangkalan angkatan laut.Namun, lanjut Nachrowi, dengan digelarnya patroli terkoordinasi itu terbukti sangat efektif sehingga mampu menekan angka gangguan dan ancaman dari perampokan dan perompakan di laut yang terjadi di sekitar kedua negara.Selama operasi terkoordinasi itu juga dilakukan bakti sosial di sekitar daerah operasi kepada masyarakat sekitar dengan tujuan menyerap informasi dari msyarakat mengenai pelaku-pelakunya. "Kegiatan itu ternyata cukup membawa hasil yang baik dan berhasil menekan angka gangguan keamanan dilaut," katanya.Hasil evaluasi pertemuan ini, kata Nachrowi, disepakati perlu adanya pos-pos keamanan di perairan kedua negara sehingga dapat dimanfaatkan oleh pengguna jalur perairan terutama kapal niaga. Bila ada gangguan, mereka dapat cepat melaporkan kepada tim operasi kedua negara sehingga dengan mudah cepat teratasi. "Ke depan kita akan perluas area operasi kita. hal ini baru akan kita coba," katanya.Sementara itu wakil delegasi Singapura Colonel C H Yee menambahkan di daerah yang menjadi tempat operasi memang tidak banyak kejadian selama ini. Namun demikian kedua negara sepakat secara serius dan tegas untuk mengatasi gangguan keamanan di laut.Selain itu, kedua negara sepakat tetap mempertahankan dan meningkatkan kualitas operasi bersama tersebut demi keamanan bersama terutama dijalur perairan yang ramai yang berdekatan dengan kedua negara itu. (asy/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads