"Kami sangat menyayangkan kenapa Imam jadi tersangka. Dia itu mentalnya lemah, nggak mungkin bisa membuat bom," kata Wasis, yang merupakan tetangga Imam, di kawasan Jalan Tamtama Barat 9 RT 8 RW 9, Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (17/3/2012).
Dikatakan Wasis, warga berencana mengedarkan surat pernyataan yang isinya mendukung agar Imam yang memiliki IQ rendah itu segera dibebaskan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Malam ini, kami edarkan ke warga. Setelah itu meminta persetujuan pihak RT dan RW. Besok sore baru akan kami serahkan ke kepolisian," ujar Wasis.
"Mungkin, kami juga akan meminta bantuan kepada lembaga bantuan hukum," lanjut dia.
Bom pipa meledak pada Kamis 15 Maret 2012. Bom tersebut awalnya ditemukan oleh Imam di sebuah parit. Imam lalu memberikannya kepada tiga korban ledakan yaitu Dwi Priyanto, Ngatmin, dan Fajar Santoso.
(alg/aan)











































