"Foke sebenarnya masih berpeluang untuk meraih suara yang signifikan dan menang lagi, tapi dia harus tetap berhati-hati, karena lawannya juga seorang gubernur," ujar pengamat politik dari Charta Politika Indonesia, Arya Fernandes ketika dihubungi detikcom, Sabtu (17/3/2012).
Arya menjelaskan, selain mewaspadai Alex yang masih menjabat sebagai Gubernur Sumsel, Foke juga harus berhati-hati sebab tren kepuasan publik dari gubernur DKI Jakarta itu terus menurun, baik di bidang sosial maupun ekonomi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini menjadi tantangan bagi Foke dalam masa yang tidak lama lagi, dia harus membenahi kepuasan dan emosi publik. kalau gagal, ini menjadi ancaman," kata dia.
Apalagi Pilkada DKI berbeda dengan pilkada di wilayah lain. Di DKI Jakarta, pemenang pilkada harus meraih 50 persen lebih suara. Sementara wilayah lain, 30 persen lebih. Karena itu, lanjut Arya, kehadiran kompetitor Alex Noerdin dan pasangan independen menjadi tantangan besar bagi Foke untuk mempertahankan 'singgasana' nya.
Pasangan Alex Noerdin menurut Arya, berpotensi mendongkrak suaranya melalui potensi suara mengambang yang mencapai 26 persen.
"Alex dengan citra sebagai pemimpin yang kuat dan simpatik, mungkin akan mengambil pemilih dari segmen pemilih mengambang. Jumlahnya cukup besar," jelasnya.
Selain itu, segmen pemilih yang kecewa dengan kinerja Foke selama lima tahun juga berpotensi direbut pasangan Alex-Nono atau kandidat independen. Apalagi segmen pemilih yang kecewa ini merupakan kalangan menengah ke atas yang kritis.
"Kalau kita lihat di beberapa survei lembaga lain, elektabilitas Alex memang masih rendah. Tapi Alex berpotensi naik karena pengalaman memimpin di Sumatera Selatan mendapatkan simpati publik sangat bagus di sana. Ini yang akan dilakukan Alex untuk memberi diferensiasi pada level isu dan citra sehingga bisa merebut simpatik segmen mengambang dan yang kecewa terhadap Foke," pungkas Arya.
Fauzi Bowo akhirnya memilih purnawirawan TNI yang juga mantan Pangdam Udayana, Adang Ruchiatna sebagai pendampingnya di Pilkada DKI Jakarta. Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum juga telah mengumumkan partainya mendukung Foke maju bersama Adang, kader PDIP.
Sementara pasangan Alex Noerdin-Nono Sampono diusung koalisi Partai GOlkar, PPP, dan PDS. Partai Keadilan Sejahtera (PKS) belum bersikap terkait pasangan yang akan diusung. Sedangkan pasangan independen yaitu Hendardji Supandji-Ahmad Riza Patria dan Faisal Basri-Biem Benyamin.
Pemungutan suara Pilkada DKI Jakarta digelar 11 Juli 2012 mendatang.Β
(rmd/ndr)











































