"Unjuk rasa yang mengganggu ketertiban masyarakat dan berpotensi anarki akan dibubarkan," jelas Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Rikwanto, saat dikonfirmasi detikcom, Sabtu (17/3/2012).
Polisi akan mengerahkan dua per tiga kekuatan dari 31 ribu personel di Polda Metro Jaya. "Itu untuk antisipasi demo kenaikan BBM dan juga distribusinya. Dibantu juga oleh Polres untuk mengamankan SPBU, mencegah antrean," jelasnya.
Rikwanto berharap pengunjuk rasa dapat bersikap tertib tidak melakukan cara-cara yang anarki. "Kita akan amankan pelaku pengunjuk rasa yang anarki," tambahnya.
Polisi juga sudah membuat berbagai macam skenario dalam menghadapi demo pada pekan mendatang. Potensi kerusuhan juga masuk dalam bagian itu.
"Kita ingin Jakarta tetap aman, semua sudah masuk dalam perkiraan," tutur Rikwanto.
(ndr/)











































