"Banyak orang yang ingin masuk ke dalam pembelian itu tapi justru mereka bukan orang yang mengerti teknis secara militer," ujar Mega dalam jumpa pers di Hotel T-More, Kupang, Jumat (16/3/2012).
"Jadi seringkali yang kita butuh adalah A tapi malah beli B," sambungnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi apakah sukhoi yang akan datang itu adalah diinginkan oleh negara yang memerlukan pertahanan keamanannya," imbuhnya.
Seperti diketahui, setelah melalui proses verifikasi, DPR akhirnya menyetujui pembelian enam unit pesawat Sukhoi dari Rusia. Pengiriman enam pesawat tempur itu akan dimulai tahun ini.
Menurut ICW, dalam rencana pembelian ini diduga terjadi mark up atau penggelembungan. Namun, Menteri Pertahanan, Purnomo Yusgiantoro telah membantah adanya penggelembungan tersebut.
(sdf/ndr)










































