"Ongkos distribusinya kita bantu. Jadi subsidi transport, ditanggung oleh APBD provinsi. Ongkos angkutnya sampai kabupaten/kota kita tanggung," ujar Gubernur Jawa Timur Soekarwo.
Hal tersebut dikatakannya usai melakukan rapat dengan Wakil Presiden Boediono di Istana Wakil Presiden, Jalan Medan Merdeka Timur, Jakarta Pusat, Jumat (16/3/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tepat waktu dan ada monev (monitoring and evaluation) yang jelas terhadap tiga hal yaitu masalah petani, buruh dan ongkos angkut di transportasi," jelasnya.
Selain itu, cara lain untuk menekan naiknya biaya kebutuhan barang dengan mengurangi biaya pajak pelat kendaraan angkutan umum. "Agar dia tidak naikkan tarifnya," ujarnya.
Soekarwo menjelaskan, untuk mengantisipasi penimbunan BBM di daerahnya, ada beberapa hal gejala yang harus dilihatnya di masyarakat.
"Pada saat dia membeli jerigen tiga hari sebelumnya. Kita ketati. Kelompok laut, yang bawa nelayan, harus ada izin nelayannya," terangnya.
Mengenai maraknya demonstrasi BBM, Soekarwo tidak mempermasalahkannya. Namun, Soekarwo memerintahkan agar para bupati mau bertemu dengan para demonstran dan menjelaskan kenaikan BBM secara logis.
"Bupati kepala daerah kemarin sudah kita temui, demonstran jangan dihindari," ucapnya.
(tfq/mad)










































