Paling Lambat Pekan Depan DPR Putuskan Kenaikan Harga BBM

Paling Lambat Pekan Depan DPR Putuskan Kenaikan Harga BBM

Elvan Dany Sutrisno - detikNews
Jumat, 16 Mar 2012 18:43 WIB
Jakarta - DPR menerima masukan dari DPD yang menolak kenaikan harga BBM. DPR akan menggelar rapat paripurna final kenaikan harga BBM paling lambat pekan depan.

"Selama ini DPD kan punya sikap tentang BBM. Mungkin jadi bahan pertimbangan dan sebagainya. DPR melihat rekomendasi DPD, Minggu ini atau paling lambat minggu depan sudah ada, akan diputuskan," kata Ketua DPR Marzuki Alie kepada wartawan di Gedung DPR, Jumat (16/3/2012).

Menurut Marzuki, dinamika di DPR masih sangat kompleks. Karena itu dia berharap semua fraksi bersama-sama mencari solusi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Masih ada pandangan-pandangan yang berbeda. Setuju BBM (naik) tapi nggak setuju pemberian BLT. Ada yang setuju BBM (naik), tapi dengan imbalan-imbalan yang lain. Semua pandangan itu baik. Karena pandangan itu muncul dari persepsi yang tentu ada latar belakangnya. Tidak bisa bicara salah dan benar. Tetapi marilah kita duduk bersama untuk cari solusi," kata dia.

Namun Marzuki berharap pada akhirnya semua fraksi mendukung kenaikan harga BBM.

"Kalau memang bisa diselesaikan dalam jangka pendek, ya bagus. Tapi kalau tidak bisa, jangan kita bicara tidak perlu BBM naik, tapi solusinya perlu waktu yang panjang. Ada yang menawarkan solusi, tapi perlu waktu yang panjang. Maka itu artinya tidak baik bagi APBN kita. Kalau memang ada solusi jangka pendek, disampaikan saja. Betul-betul harus solusi bagi kepentingan bangsa dan negara ini," kata Marzuki.

Kepada para pengusaha, Marzuki mengimbau jangan mengambil kesempatan di tengah situasi rencana kenaikan harga BBM. Belum-belum, menurut Marzuki, harga sejumlah baramg kebutuhan pokok sudah naik.

"Para pengusaha harusnya saat ini harus ikut bersama-sama memikirkan tentang rakyat Indonesia. Jangan mengambil kesempatan dalam kesempitan. Minyak belum naik, tapi harga barang-barang sudah naik. Tapi ini mereka sudah mengambil keuntungan terlebih dahulu. Ini sangat tidak tepat. Makanya tolong sampaikan kepada pengusaha, supaya jangan mengambil kesempatan dalam kesempitan ini,"tandasnya.

(van/mad)


Berita Terkait