Foke Gandeng Polisi dan TNI Amankan Ibukota dari Arus Demonstrasi

Foke Gandeng Polisi dan TNI Amankan Ibukota dari Arus Demonstrasi

Prins David Saut - detikNews
Jumat, 16 Mar 2012 18:30 WIB
Jakarta - Gubernur DKI Jakarta, Fauzi Bowo, menggelar konferensi pers berkaitan dengan kesiapan Ibukota menghadapi kenaikan harga BBM. Foke, panggilan akrab Fauzi Bowo, menegaskan bahwa pemerintah provinsi DKI Jakarta telah melakukan pendekatan komprehensif agar warga Jakarta tidak mudah terpengaruh informasi yang tidak tepat.

"Pendekatan juga komprehensif, jadi gejolak itu sangat penting maka kita bisa sampaikan bahwa gejolak harga tidak ada di Jakarta. Jadi warga jangan mudah dipengaruhi oleh informasi yang tidak tepat," kata Foke kepada wartawan di Balai Kota Jakarta, jalan Kebonsirih, Jakarta pusat, Jumat (16/3/2012).

Tampak hadir juga Kapolda Metro Jaya, Irjen Untung S. Rajab dan Panglima Kodam Jaya, Mayjen TNI Waris yang menyampaikan upaya instansi mereka dalam mengamankan ibukota terkait dampak kenaikan harga BBM.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Untung menyatakan bahwa Polda Metro akan bertindak keras jika para demonstran melanggar hukum. Namun jenderal bintang dua ini mendukung gerakan demonstrasi sebagai bagian dari demokrasi asal tidak melanggar hukum.

"Unjuk rasa boleh, yang tidak boleh adalah melanggar hukum seperti pengerusakan atau ancaman, itu tidak boleh. Mudah2-mudahn ke depan kita makin sadar bahwa demokrasi perlu kecerdasan dan akhlak," kata Untung di acara yang sama.

Sejalan dengan kepolisian, Waris pun menyampaikan bahwa Kodam Jaya telah melakukan persiapan mengamankan ibukota. Waris menambahkan TNI tidak akan turun membubarkan demo anarkistis tapi melalui koordinasi dengan masyarakat.

"Ada kesiapan untuk mengamankan ibukota. Kalau kami (Kodam Jaya) lebih pada melakukan komunikasi sosial di kalangan masyarakat, supaya tidak tergerak pikirannya untuk ikut-ikutan. Bukan waktunya lagi untuk memaksa TNI keluar dari barak untuk membantu polisi, melainkan menurunkan Badan Bina Masyarakat," ujarnya.

Waris menambahkan bahwa masyarakat Jakarta lebih baik melakukan kegiatan produktif daripada berdemonstrasi. "Lebih baik cari rejeki untuk makan daripada ramai-ramai unjuk rasa. Unjuk rasa akan kami lakukan (pengamanan) dengan langkah-langkah persuasif," tandasnya.

(vid/gah)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini