"Siklon Lua itu pengaruhnya sudah terbentuk sejak 13 Maret lalu. Potensinya sekarang ke arah selatan, mungkin akan masuk ke daratan Australia. Prakiraannya besok malam sudah masuk daratan sehingga dampaknya berkurang," ujar Kepala Sub Bidang Cuaca Ekstrim Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kukuh Ribudiyanto ketika berbincang dengan detikcom, Jumat (16/3/2012).
Siklon Lua ini, imbuh Kukuh, terbentuk di sebelah barat benua Australia, kemudian bergerak ke arah barat laut, utara, berputar ke timur, tenggara hingga ke selatan. Siklon ini pada hari ini akan kembali menuju Benua Australia, namun efeknya masih terasa di Samudera Indonesia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Angin dari efek siklon Lua itu di Pantai Hindia bisa menimbulkan gelombang sampai 3 meter. Sedangkan untuk curah hujan di Pulau Jawa sudah berkurang dibanding 2 hari lalu.
Sementara di DKI Jakarta yang kemarin sempat terkena dampak siklon Lua, hujan deras dan angin kencang, sudah berkurang. Namun perlu diwaspadai pertumbuhan awan lokal yang bisa menyebabkan hujan deras dan angin kencang.
"Hujan lokal di DKI, hujan deras pendek, angin kencang masih ada," jelas Kukuh.
Musim hujan akan berakhir di Indonesia, tergantung kondisi geografisnya. Akhir April, beberapa wilaytah di Indonesia mulai masuk musim kemarau, seperti Sumatera Utara.
"Kalau di Jakarta akhir April, akhir Mei juga ada," jelasnya.
(nwk/mad)











































