Adnan Buyung: Jenderal Dibyo Adalah Hoegeng ke-2

Adnan Buyung: Jenderal Dibyo Adalah Hoegeng ke-2

- detikNews
Jumat, 16 Mar 2012 14:36 WIB
Jakarta - Bagi advokat senior Adnan Buyung Nasution, Jenderal Pol (Purn) Dibyo, memiliki kenangan tersendiri yang sulit untuk dilupakan. Kenangan tersebut ialah ketika peristiwa Trisakti pecah tahun 1998 lalu.

"Polri kehilangan sosok Kapolri yang berkarakter," kata Buyung memulai pembicaraanya dengan wartawan di Auditorium PTIK, Jl Tirtayasa, Jakarta, Jumat (16/3/2012).

Saat reformasi bergolak di Indonesia, Dibyo menjabat sebagai Kepala Polri. Polri sendiri saat itu masih berada di bawah TNI. Saat peristiwa itu, 4 mahasiswa Trisakti tewas diterjang timah panas aparat kepolisian yang mengamankan demonstransi mahasiswa.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"2 perwira Brimob dituduh berada di balik tewasnya mahasiswa itu," kisah Buyung.

Untuk membela diri, Dibyo lantas meminta Buyung untuk mendampingi Polri dalam proses hukum. Namun TNI menolak permintaan Dibyo dengan alasan Polri wajib menggunakan penasehat internal dari TNI sebagai induknya.

"Saya pertaruhkan jabatan saya demi anak buah saya, dan menerima untuk tidak menggunakan tim pembela dari luar Mabes Abri," kata Buyung menirukan ucapan Dibyo saat itu.

Dengan sikap tegasnya tersebut, Buyung mensejajarkan Dibyo dengan Jenderal Hoegeng yang terkenal santun dan sederhana namun tegas dalam amanat.

"Almarhum sama seperti Kapolri Hoegeng kedua, dan berano mengambil risiko dan berani mengambil resiko untuk jabatannya," tutur Buyung.

"Mudah-mudahan ke depan punya Kapolri seperti itu lagi," harap Buyung.

(ahy/gun)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads