"Untuk hari ini Pak Walikota mengambil kebijaksaan menutup sekolah selama dua hari. Sampai Sabtu besok." kata Kabid Humas Polda Kalimantan Barat Kombes Pol Mukson Munandar saat dihubungi detikcom, Jumat (16/3/2012).
Mukson mengatakan peliburan sekolah ini dilakukan bukan karena kondisi Pontianak. Namun karena para orangtua murid di beberapa sekolah khawatir dengan anak-anaknya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mukson meminta kepada seluruh masyarakat baik di Pontianak maupun di luar agar tidak terprovokasi dengan isu-isu yang menyesatkan yang tersebar di publik. Kondisi Pontianak sendiri masih kondusif.
"Masyarakat diimbau agar tidak terpancing isu-isu yang bisa memecah belah persatuan," katanya.
Mukson mengatakan kejadian selama dua hari terakhir di Pontianak bukan karena suku maupun agama. Tetapi ada kesalahpahaman yang terjadi sesama pemuda.
"Jangan sampai merembet masalah agama. Ini hanya kesalahfahaman kelompok bukan hal lain," ucapnya.
Meski kondusif, lanjut Mukson, Kota Pontianak masih terus dijaga di beberapa titik. Sejumlah personel gabungan masih mengamankan rumah adat dayak 'Betang' di Jl Sutoyo, dan di beberapa kantor-kantor FPI.
"Pengamanan kita sesuai prosedur. Ada yang terbuka yang dilakukan di beberapa tempat dan ada yang tertutup yakni menyelidiki provokator," imbuhnya.
(gus/ndr)











































