"Saat ini kedua korban (Dwi dan Ngatmin) masih dalam pengawasan di ruang ICU. Tindakan yang dilakukan, jahitan bekas serpihan di sekitar wajah dan muka, sekitar mata dan amputasi tangan kiri untuk korban bernama Dwi Priyanto," ujar Kepala ICU RSUP dr Kariadi, dr Jati Listiyanto, di RS dr Kariadi, Semarang, Jawa Tengah, Jumat (16/3/2012).
Dokter Jati mengatakan, Dwi diamputasi Kamis malam kemarin pada 3 jari tangan kirinya, kecuali jempol dan kelingking. Dwi yang kena serpihan bom di bagian wajah bila tidak bisa normal, akan dioperasi plastik.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Untuk keduanya ada kecacatan tapi tidak membahayakan jiwa. Untuk penyembuhannya dengan pengawasan ICU butuh waktu sekitar 2 hari, setelah itu bisa dipindahkan ke ruang perawatan," jelas dia.
Sementara dokter forensik dari RS Kariadi, dr Arif Rahman Sadat mengatakan jari-jari kiri Dwi memang sudah tidak utuh saat dibawa ke RS Kariadi.
"Untuk Dwi terdapat luka di lutut kiri bagian luar. Waktu masuk ke UGD Kariadi, tangannya sudah mendapatkan perawatan medis dari RS Elisabeth, diperban. Keadaan jarinya yang 3 sudah dalam keadaan tidak utuh," papar dr Arif Rahman.
Lalu untuk Ngatmin, terdapat luka di lengan atas kanan dan kiri, di kedua tangan, kemudian lutut bagian dalam lecet 2-3 cm.
"Kedua korban terdapat serpihan bahan bangunan dan paralon," papar dr Arif.
(nwk/ndr)










































