Diberitakan New York Times, Jumat (16/3/2012), Wasserman berkenalan dengan Rudy di Los Angeles pada tahun 2002. Keduanya bertemu dalam sebuah grup pecinta wine jenis Burgundy.
Kepercayaan Wasserman yang berlatar belakang keluarga pecinta wine itu terus bertambah kepada Rudy. Terutama saat Rudy mampu memberikannya akses ke wine-wine langka yang harganya luar biasa mahal.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bahkan saat kasus penipuan Rudy mulai muncul, Wasserman masih melakukan pembelaan. Anak dari seorang broker wine terkenal Becky Wasserman itu sangat percaya bahwa Rudy tidak bersalah.
Hingga pada suatu hari, Wasserman melihat sejumlah foto yang ditampilkan oleh jaksa penuntut umum saat mendakwa Rudy. Dalam foto-foto tersebut, terlihat aktivitas di 'laboratorium' kecil milik Rudy yang sedang memproduksi wine palsu.
Sejumlah label wine langka dan terkenal dicetak ulang, untuk ditempel di botol wine palsu milik Rudy. Beberapa merek di antaranya, Château Pétrus, Domaine de la Romanée-Conti dan Château Lafleur.
Melihat gambar-gambar tersebut, Wasserman langsung kecewa. Dia merasa telah dibodohi oleh orang yang sangat dipercayainya selama ini.
"Setelah melihat foto-foto itu, kamu akan berkata,'Ok, game over," ucap Wasserman saat dihubungi lewat telepon.
"Hari ini, saya merasa sangat bodoh," keluhnya.
(mad/nwk)










































