Polwiltabes Semarang akan Undang Bandar Togel

Polwiltabes Semarang akan Undang Bandar Togel

- detikNews
Kamis, 05 Agu 2004 15:49 WIB
Semarang - Menyikapi ulah bandar togel Semarang berunjuk rasa meminta agar togel tidak diberantas, kepolisian Semarang gerah juga. Untuk itu, Polwiltabes Semarang berencana segera mengundang para bandar itu untuk 'dibina'.Kapolwiltabes Semarang Kombes Pol Badrodin Haiti menyatakan, pihaknya telah bertemu dengan beberapa bandar. "Kami akan undang perwakilan saja. Kira-kira yang menjadi koordinator bandarnya. Biar koordinator itu yang menyampaikan isi pertemuan nanti," kata dia kepada wartawan seusai dialog di Radion Trijaya FM Semarang, Jl. Kawi, Kamis (05/08/2004).Sebelumnya, kata dia, kepolisian telah melakukan operasi Pekat (Penyakit Masyarakat) dalam 5 - 6 hari ini. Dari operasi itu, kepolisian berhasil menutup lokus-lokus perjudian di Semarang pada malam hari. Langkah ini merupakan instruksi dari Jakarta.Dikatakan Haiti, penutupan itu akan dilakukan selama pilpres putaran kedua. Dia tidak tahu apa setelah pilpres pejudian itu dibuka lagi atau tidak. "Sangat tergantung dari respons para bandar, masyarakat, dan hasil-hasil dialog dan operasi kita selama ini," tandasnya.Ketika ditanya apa 'bos' besar togel juga akan diundang, Haiti mengatakan bos togel berada di luar Semarang. Itu diketahui setelah polisi menginvestigasi bandar togel di sudut-sudut kota. Dengan demikian, Polwiltabes hanya akan mengundang bandar-bandarnya saja.MUI Tak Berani Melarang Di tempat yang sama, Sekretaris MUI Jateng Ahmad Rofiq menyatakan MUI tidak berani melarang merebaknya togel. Termasuk mengomentari ulah bandarnya. Karena pelarangan itu bisa jadi malah menjadi masalah baru."Masalah judi kan complicated. Semua agama memang tidak memperbolehkannya, tapi hal itu harus dihadapkan pada kenyataan bahwa pemerintah tidak bisa memberi lapangan kerja. Solusi terhadap togel tak bisa hanya dengan mengatakan dilarang," katanya.Lebih lanjut Rofiq mengatakan pemerintah harus segera turun tangan. Mereka paling tidak mempunyai tanggung jawab untuk mencari alternatif lapangan kerja bagi bandar togel. Kalau tidak, apa yang sudah dilakukan polisi akan sia-sia."Semua pihak diharapkan ikut terlibat dalam mengatasi masalah ini. Bisa MUI, polisi, ormas, atau media massa. Biar semuanya bisa diselesaikan secara adil dan proporsional," demikian Rofiq. (asy/)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads