Cagub DKI Lebih Suka Adu Baliho Dibanding Adu Program Kerja

Cagub DKI Lebih Suka Adu Baliho Dibanding Adu Program Kerja

- detikNews
Jumat, 16 Mar 2012 09:25 WIB
Cagub DKI Lebih Suka Adu Baliho Dibanding Adu Program Kerja
Jakarta - Baliho dan poster sejumlah tokoh jelang Pemilukada DKI Jakarta, menjadi pemandangan lumrah. Direktur Riset Charta Politika Yunarto Wijaya menilai bakal cagub Jakarta masih mementingkan popularitas melalui kampanye media luar ruang.

"Ini kritik kepada para calon gubernur yang hanya sekadar menjual popularitas. Mereka kebanyakan adu besar atribut kampanye seperti baliho dan poster. Tapi belum pernah bicara program kerja konkret yang ditawarkan kepada calon pemilih," kata Yunarto saat dihubungi detikcom, Jumat (16/3/2012).

Menurutnya, pemilih di Jakarta memiliki kepentingan terkait program kerja yang ditawarkan para calon. "Orang memilih karena dua faktor, satu karena patuh terhadap partai ataupun memiliki pilihan karena melihat program kerja calon," ujarnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Terkait jago Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Triwisaksana, Yunarto menilai Wakil Ketua DPRD itu belum mampu mengkomunikasikan rencana program kerja kepada calon pemilih. "Sani belum menunjukan program konkret dalam proses branding juga begitu. Tidak ada program konkret mengenai anti macet atau anti banjir," sambungnya.

Mengenai rencana PKS menyandingkan Triwisaksana dengan Hidayat Nur Wahid, Yunarto menilai duet kader internal tersebut dapat menyolidkan mesin partai. "Namun kemudian bagaimana PKS menggarap massa mengambang atau massa dari partai lain, karena hanya akan homogen bila satu partai," pungkasnya.

Seperti diketahui hingga saat ini baru Alex Noerdin dan Nono Sampono yang mendeklarasikan diri sebagai pasangan cagub dan cawagub. Mereka didukung koalisi Golkar, PPP dan PDS. PKS masih mengajukan satu nama, Triwisaksana untuk maju bersaing. Sementara Gerindra mengaku telah berkomunikasi dengan PDIP mengusung Joko Widodo sebagai calon DKI 1. Tersisa Partai Demokrat yang belum memutuskan mengusung Fauzi Bowo ataupun Nahrowi Ramli.

(mpr/mpr)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads