"Kesolidan KPK berpengaruh pada pemberantasan korupsi. Untuk menjaga komitmen itu, tentu pimpinan KPK harus mampu menujukan kepada publik kesolidan itu. Jangan sampai sikap dan tingkah laku pimpinan KPK itu menimbulkan spekulasi atau interpretasi di masyarakat bahwa terjadi pengelompokan," ujar anggota Komisi III DPR, Saan Mustofa kepada detikcom, Kamis (15/3/2012).
Saan mengatakan tudingan masyarakat atas ketidaksolidan KPK tidak hanya bisa dijawab melalui jumpa pers dan statemen saja. Tudingan tersebut harus dibantah dengan menunjukkan kinerja yang baik.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Saan, dalam sebuah rapat kerja komisi III dengan KPK, Abraham Samad pernah menyebut bahwa semua pimpinan adalah Striker (penyerang). Pernyataan tersebut harus diartikan bahwa setiap akan mencetak gol, maka itu adalah hasil kerjasama, bukan hasil individu.
"Bukan berarti masing-masing mengedepankan ego, dia harus jadi striker yang handal menjalin kerjasama yang baik. Jangan hanya menunjukan mampu mencetak gol, tapi bagaimana mencetak gol itu hasil dari sebuah kerjasama," ungkapnya.
(mpr/mpr)











































