Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) menilai bahwa yang perlu dikedepankan yaitu masalah subsidi. Dimana subsidi itu harus tepat kepada yang menerimanya.
"Subsidi BBM harus kepada orang yang berhak, jangan sampai di alihkan kepada hal-hal mubazir. Dan lebih baik dialihkan ke sifatnya jangka panjang seperti pendidikan, kesehatan dan pembangunan infrastruktur," kata Ketua Umum DPP KNPI, Taufan En Rotorasiko dalam rilisnya kepada detikcom, Kamis (15/3/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara Ketua DPP KNPI Bidang Energi, Arif Rahman mengatakan, subsidi bisa dialihkan kepada masyarakat yang membutuhkan. Pemerintah juga harus melakukan kajian yang komperesif dan teknis supaya kenaikan BBM ini tidak membuat kenaikan harga bahan pokok.
Arif memberi contoh pemerintah dapat memberikan previllage pada sektor usaha menengah dengan memberikan subsidi khusus. Contoh dengan memberikan harga khusus suku cadang kepada sektor transportasi, seperti memberikan subsidi kepada truk-truk pengangkut bahan pokok.
"Bagaimana caranya subsidi bisa diterima kepada masyarakat yang membutuhkan. Karena sejauh ini Ratusan triliun dari subsidi BBM jatuh kepada orang yang tidak tepat," jelasnya.
Subsidi tersebut sebaiknya diberikan kepada masyarakat yang tidak mampu dengan cara pendidikan dan kesehatan gratis. "Kami fokus subsidi ini bisa sampai sampai orang yang tepat, kontroling terhadap pemerintah itu penting tugas kita sebagai pemuda," tegas Arif.
(zal/mpr)











































