Ulama Aljazair Ingin Jalin Kerjasama dengan Ulama Indonesia

Kampanyekan Antiterorisme

Ulama Aljazair Ingin Jalin Kerjasama dengan Ulama Indonesia

Eddi Santosa - detikNews
Jumat, 16 Mar 2012 01:04 WIB
Ulama Aljazair Ingin Jalin Kerjasama dengan Ulama Indonesia
Aljir -

Setelah bertemu dengan para pejabat pemerintah dari presiden sampai para menteri, kalangan ulama juga mendapat perhatian dalam upaya mempererat hubungan ulama Indonesia dan Aljazair.

"Upaya Dubes RI untuk Aljazair Ahmad Niam Salim mempromosikan Indonesia terus mendapat sambutan hangat dari berbagai kalangan," demikian Sekretaris Pribadi Dubes, Muhammad Nur Hayid kepada detikcom, Kamis petang atau Jumat (16/3/2012) WIB.

Dubes antara lain menggelar pertemuan dengan Ketua Asosiasi Ulama Muslim Aljazair atau Jamiyah Al Ulama Al Muslimin Al Djazairiyin Prof. Dr. Cheikh Abderrezak Gassoum. Pertemuan ini dalam rangka menyebarkan paham Islam damai dan mempererat hubungan kedua negara yang sama-sama berpenduduk mayoritas muslim.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hadir dalam pertemuan itu beberapa ulama Aljazair yang lain seperti Wakil Ketua AUMA Prof. Dr. Amar Talbi dan Bendahara AUMA Touhami Badjouri.

Dalam pertemuan tersebut, Gassoum berharap Dubes dapat membantu mempererat hubungan dan kerjasama ulama Indonesia dengan ulama Aljazair.

Gassoum, yang sebelumnya mengucapkan selamat atas tugas baru Dubes Niam di Aljazair, menilai hal itu penting tidak hanya untuk saling belajar dan silaturahmi, tetapi juga untuk menyatukan kekuatan umat Islam berpaham moderat dan anti-terorisme.

"Kami berharap silaturahmi ini bisa membawa manfaat bagi kedua bangsa dan umat Islam. Kami juga ingin menjalin kerjasama dengan ormas Islam Indonesia, khususnya dengan Nahdlatul Ulama sebagai salah satu ormas Islam terbesar di Indonesia," ujar Gassoum.

Doktor lulusan Universitas Sorbonne itu menegaskan bahwa keinginannya untuk mempererat hubungan dengan ulama Indonesia muncul setelah mendengar informasi langsung dari Ketua Umum PBNU Kiai Said Agil Siraj.

Dalam pertemuan itu Kiai Said menjelaskan bahwa Nahdlatul Ulama selama ini peduli dalam bidang dakwah untuk menyebarkan Islam moderat dan toleran melalui pendidikan Islam, pelayanan kesehatan dan pelayanan sosial lainnya.

Menanggapi hal itu, Dubes menyatakan setuju dan mendukung penuh upaya perwujudan kerjasama erat antara ulama Indonesia dan ulama Aljazair. Dubes yang didampingi Sekprinya Muhammad Nur Hayid, juga menyampaikan terimakasih mendalam atas sambutan hangat Ketua Asosiasi Ulama Muslim Aljazair itu.

"Ini akan menjadi momentum luar biasa jika terwujud, sebab kedua negara mempunyai kultur hampir sama, yaitu pengembangan Islam moderat dan anti kekerasan. Selain itu, posisi strategis kedua negara di kawasan masing-masing juga akan mendorong efek dahsyat untuk kampanye Islam damai di kawasan," papar Dubes.

Dubes berharap kerjasama antar ulama kedua negara bisa memberikan kontribusi bagi upaya deradikalisasi paham keagamaan dari kelompok-kelompok beraliran radikal di kedua negara dan negara-negara Islam lainnya.

Program ini diharapkan akan berdampak positif dalam mengurangi fenomena radikalisasi di negara- negara Islam dan akan memperbaiki citra Islam di dunia Barat.

"Kami akan memfasilitasi dan mengkoordinasikan dengan PBNU dan asosiasi ulama serta ormas Islam di Indonesia. Yang pasti KBRI akan membantu memudahkan upaya menjalin kerjasama antar ulama kedua bangsa ini," tegas Dubes.

(es/es)


Berita Terkait