Dicurigai Terkait Bom Pipa, Polisi Tutup Rumah Sekitar TKP

Dicurigai Terkait Bom Pipa, Polisi Tutup Rumah Sekitar TKP

Angling Adhitya Purbaya - detikNews
Kamis, 15 Mar 2012 20:16 WIB
Dicurigai Terkait Bom Pipa, Polisi Tutup Rumah Sekitar TKP
Semarang - Polisi curiga pada sebuah rumah yang berjarak sekitar 10 meter dari lokasi ditemukannya bom pipa. Rumah tersebut akhirnya ditutup dan diberi garis polisi untuk diperiksa lebih lanjut.

Ketua RT 08/RW 09 Kelurahan Jangli, Semarang Abdul Ilyas mengatakan rumah tersebut milik seorang bernama Ahmad. Rumah tersebut dicurigai oleh polisi karena ditemukan kabel-kabel yang ditempel dengan selotip.

"Disitu rumahnya dibagi dua, dikontrakkan ke Agus. Agus itu guru SD, di situ ditemukan kabel-kabel," ujar Abdul kepada detikcom ketika ditemui di rumahnya, Kamis (15/3/2012).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Agus mengatakan kabel-kabel tersebut ditempel ke pintu rumah tersebut dengan menggunakan selotip. Khawatir terkait dengan bom pipa tersebut, polisi akhirnya menutup dengan garis polisi.

"Sempat diperiksa polisi dan dipasang garis polisi," jelasnya,

Kejadian ledakan bom pipa ini berawal saat seorang warga bernama Imam Sukayat menemukan sebuah pipa di parit berisi kabel yang keluar dari kedua ujungnya. Setelah itu dia memberikan kepada ketiga pekerja bangunan tersebut karena Imam mengira pipa tersebut adalah bagian dari bangunan.

3 Pekerja bangunan malah menyambung-nyambung kabel yang ada di pipa itu. Entah bagaimana pada pukul 10.30 WIB di Jl Tamtama Barat 9, Jangli, Semarang bom meledak. Sebuah dentuman keras mengagetkan warga. Warga mengira suara tersebut adalah ban truk yang berada di proyek perumahan di dekat lokasi. Namun setelah berjarak sekitar satu jam beberapa pekerja proyek perumahan melihat tiga orang tergeletak bersimbah darah di lokasi ledakan.

Ketiga korban tersebut adalah Dwi, Ngatmin, dan Santo yang merupakan pekerja bangunan dari pembangunan gedung milik Pondok Pesantren Yayasan Baitusyakur. Korban langsung dilarikan ke RS dr Kariadi dan RS St Elisabeth Semarang.

(ega/trw)


Berita Terkait