Ketua RT 08/RW 09 Kelurahan Jangli, Semarang Abdul Ilyas mengatakan rumah tersebut milik seorang bernama Ahmad. Rumah tersebut dicurigai oleh polisi karena ditemukan kabel-kabel yang ditempel dengan selotip.
"Disitu rumahnya dibagi dua, dikontrakkan ke Agus. Agus itu guru SD, di situ ditemukan kabel-kabel," ujar Abdul kepada detikcom ketika ditemui di rumahnya, Kamis (15/3/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sempat diperiksa polisi dan dipasang garis polisi," jelasnya,
Kejadian ledakan bom pipa ini berawal saat seorang warga bernama Imam Sukayat menemukan sebuah pipa di parit berisi kabel yang keluar dari kedua ujungnya. Setelah itu dia memberikan kepada ketiga pekerja bangunan tersebut karena Imam mengira pipa tersebut adalah bagian dari bangunan.
3 Pekerja bangunan malah menyambung-nyambung kabel yang ada di pipa itu. Entah bagaimana pada pukul 10.30 WIB di Jl Tamtama Barat 9, Jangli, Semarang bom meledak. Sebuah dentuman keras mengagetkan warga. Warga mengira suara tersebut adalah ban truk yang berada di proyek perumahan di dekat lokasi. Namun setelah berjarak sekitar satu jam beberapa pekerja proyek perumahan melihat tiga orang tergeletak bersimbah darah di lokasi ledakan.
Ketiga korban tersebut adalah Dwi, Ngatmin, dan Santo yang merupakan pekerja bangunan dari pembangunan gedung milik Pondok Pesantren Yayasan Baitusyakur. Korban langsung dilarikan ke RS dr Kariadi dan RS St Elisabeth Semarang.
(ega/trw)











































