"Untuk pembelian itu (Pesawat Sukhoi) harus transparan dan relatif murah, sesuai harga pasaran, lalu suku cadangnya pun pada harga yang normal," kata Tubagus di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (15/3/2012).
Menurut Tubagus, DPR menyetujui rencana pembelian enam Pesawat Sukhoi tersebut. Namun, DPR meminta pemerintah untuk transparan dalam penggunaan dana pembelian pesawat tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk menjaga transparansi penggunaan dana tersebut, Komisi I DPR berencana untuk mengajak Indonesia Corruption Watch (ICW) dalam pembahasan pembelian pesawat dengan Menteri Pertahanan. ICW bersama beberapa LSM lainnya adalah pihak yang mengadukan tentang kejanggalan harga pembelian pesawat Sukhoi kepada Komisi I.
"Kita akan pertanyakan dan kalau perlu kita hadirkan rekan-rekan dari ICW dan yang lainnya. Semua akan kita clearkan jadi tidak perlu ditutup-tutupi," jelasnya.
Selain itu, Komisi I juga berencana memanggil perusahaan yang menjadi agen pemerintah dalam pembelian pesawat tersebut untuk memastikan harga.
(trq/ndr)











































