Bambang: Tidak Ada Penyidik yang Protes Abraham Samad

Bambang: Tidak Ada Penyidik yang Protes Abraham Samad

- detikNews
Kamis, 15 Mar 2012 19:15 WIB
Bambang: Tidak Ada Penyidik yang Protes Abraham Samad
Jakarta - Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Bambang Widjojanto membantah kabar yang menyebut penyidiknya memprotes kepemimpinan Ketua KPK Abraham Samad. Pertemuan beberapa hari lalu hanya diskusi.

Bambang menjelaskan, pertemuan antara penyidik dan pimpinan KPK berlangsung di ruang rapat bukan di ruang pimpinan. Dia mengakui sejumlah penyidik menanyakan penarikan penyidik oleh institusi asal yakni Polri dan Kejaksaan Agung.

"(Gejolak internal) itu tendensius dan manipulatif. Soal protes memprotes enggak ada itu," kata Bambang di kantornya, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta, Kamis (15/3/2012).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dia menceritakan dalam pertemuan itu, pimpinan menjelaskan mengenai alasan penarikan sejumlah penyidik. "Tarik menarik itu bukan hal aneh, itu bukan yang pertama. Bisa karena waktunya sudah habis, independensi harus dijaga atau ditarik karena memang ingin dapat promosi. Itu yang ingin dijelaskan dan itu sudah clear kemarin," terangnya.

Sebelumnya sumber detikcom menyebut protes yang dilancarkan penyidik berawal dari penarikan 4 penyidik yakni Hendy Kurniawan dan Moch Irwan Susanto. Sebelumnya seorang penyidik Afief Y Miftach dan jaksa Dwi Aries Sudarto sudah dikembalikan 'paksa' ke institusinya.

Disebut-sebut, pemulangan penyidik dan jaksa itu dikarenakan permintaan Samad dan Zulkarnaen. Kedua pimpinan itu menilai para penyidik itu 'membangkang' terkait penyidikan kasus. Padahal, masih menurut sumber detikcom, para penyidik itu bukan melawan namun mengikuti prosedur dan tahapan proses penyidikan. Tapi sikap mereka dianggap pembangkangan, yang berujung pada pemulangan. Salah satu kasus yang menjadi bahan 'keributan' soal penanganan Miranda S Gultom.

"Tidak ada penyidik yang protes memprotes, diskusinya bicara kami adalah keluarga, pimpinan sebagai bapak, kami (penyidik) anak, boleh dong komunikasi. Kalau ada orang diskusi dibilang konflik meruncing, tidak ada yang seperti itu," tegas Bambang.

(fdn/mad)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads