Polri Sambut Baik Filipina Periksa WNI Tersangka Terorisme
Kamis, 05 Agu 2004 15:18 WIB
Jakarta -
Mabes Polri menyambut baik rencana kedatangan kepolisian Filipina ke Indonesia untuk memeriksa Mustaqim, warga negara Indonesia (WNI) yang diduga terkait Jemaah Islamiah (JI) di Moro, Filipina. Polri siap membantu pemeriksaan dan data tentang Mustaqim.Demikian ditegaskan Direktur VI Antiteror Badan Reserse dan Kriminal (Bareskrim) Mabes Polri Brigjen Pol Pranowo kepada wartawan di Mabes Polri, Jl. Trunojoyo, Jakarta, Kamis (5/8/2004). Filipina, kata Pranowo, belum memastikan kapan akan datang ke Indonesia. Tapi sebelumnya negara tetangga itu telah menanyakan aktivitas Mustaqim. "Kalau mau datang ya silakan saja karena kita ke sana pun diberi kesempatan dengan baik dan diterima dengan baik oleh mereka, " kata Pranowo.Sejauh ini, menurut Pranowo baru Mustaqim saja yang akan diminta keterangan terkait aktivitasnya di Filipina selaku pengajar di kamp Hudaibiyah di Moro, Filipina Selatan.Mustaqim termasuk salah satu dari 7 tersangka terorisme yang ditangkap di Sukoharjo, Jawa Tengah (Jateng), 30 Juni 2004 lalu. Mustaqim disebut-sebut sebagai ahli perakit bom. Mustaqim mengaku tak tahu mengenai pengeboman di Filipina. Tapi ia mengaku lama di kamp Hudaibiyah juga di Kamp Jabalbubah. "Tapi apakah kalau lama di sana artinya menjadi pelaku itu belum tentu," kata Pranowo.Menurut Pranowo, Mustaqim memang WNI tapi lebih banyak tinggal di Filipina. Mustaqim baru kembali ke Indonesia 29 Maret 2004 dan kemudian 30 Juni 2004 lalu dia tertangkap.
(iy/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































