Polri: Saksi Sebut Bom Semarang Diletakkan pada Rabu Malam

Polri: Saksi Sebut Bom Semarang Diletakkan pada Rabu Malam

Andri Haryanto - detikNews
Kamis, 15 Mar 2012 17:11 WIB
Polri: Saksi Sebut Bom Semarang Diletakkan pada Rabu Malam
Jakarta - Saksi mata menyebut bom pipa yang meledak di Semarang diletakkan pelaku Rabu (14/3) malam. Bom itu diletakkan di dekat got dekat tempat sampah di Jl Tamtama Barat 9, Jangli, Semarang.

"Menurut salah seorang saksi, tadi malam ada yang meletakkan bom dekat got dekat tempat sampah," ujar Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Saud Usman Nasution kepada wartawan, di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Jakarta Selatan, Kamis (15/3/2012).

Menurut Saud, sekitar pukul 08.00 WIB hari ini, warga berinisial I mengambil bom pipa tersebut. Lalu I menyerahkannya pada D. Keduanya tidak mengetahui jika barang tersebut adalah bom.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Lalu D mengotak-atik dan terjadi ledakan," kata Saud.

Hingga kini, pihaknya terus mencari pelaku yang meletakkan bom pipa tersebut.
Tim Densus 88 juga diterjunkan dalam pencarian tersebut.

Saud mengimbau, masyarakat untuk segera menghubungi tim Gegana jika menemukan benda mencurigakan. "Biar Gegana yang mengurai. Jangan sampai benda yang diduga bom menciderai masyarakat," tutur Saud.

Kejadian ledakan bom pipa ini berawal saat seorang warga bernama Imam Sukayat menemukan sebuah pipa di parit berisi kabel yang keluar dari kedua ujungnya. Setelah itu dia memberikan kepada ketiga pekerja bangunan tersebut karena Imam mengira pipa tersebut adalah bagian dari bangunan.

3 Pekerja bangunan malah menyambung-nyambung kabel yang ada di pipa itu. Entah bagaimana pada pukul 10.30 WIB di Jl Tamtama Barat 9, Jangli, Semarang bom meledak. Sebuah dentuman keras mengagetkan warga. Warga mengira suara tersebut adalah ban truk yang berada di proyek perumahan di dekat lokasi. Namun setelah berjarak sekitar satu jam beberapa pekerja proyek perumahan melihat tiga orang tergeletak bersimbah darah di lokasi ledakan.

Ketiga korban tersebut adalah Dwi, Ngatmin, dan Santo yang merupakan pekerja bangunan dari pembangunan gedung milik Pondok Pesantren Yayasan Baitusyakur. Korban langsung dilarikan ke RS dr Kariadi dan RS St Elisabeth Semarang.

(nwy/nwk)


Berita Terkait