Salah satu pemicunya karena acara tersebut tiba-tiba didatangi massa dari kelompok Cipayung Plus, yang terdiri perwakilan lembaga mahasiswa di Makassar. Kelompok Cipayung memprotes sikap mahasiswa yang hadir di pertemuan yang digagas Kapolda Sulselbar untuk mendukung kebijakan pemerintah yang akan menaikkan kenaikan BBM, yang mereka anggap tidak solid dengan aksi gerakan mahasiswa.
Saat massa Cipayung merangsek masuk ke dalam ruang pertemuan, mereka dihalau oleh seorang mahasiswa yang mengaku sebagai ketua BEM Universitas Veteran Republik Indonesia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami mengecam forum ini, kami tidak sepakat dengan adanya kelompok mahasiswa yang sowan ke Kapolda dan menyatakan dukungannya pada pemerintah yang akan menaikkan harga BBM, mahasiswa Makassar bukan bagian dari forum yang memberi legitimasi seolah kami mendukung kebijakan pemerintah yang akan menyengsarakan rakyat," ujar Irfan, anggota kelompok Cipayung utusan HMI Cabang Makassar Timur.
Rudianto bersama tiga rekannya dipaksa meninggalkan ruang pertemuan oleh massa Cipayung. Menurut Rudianto, ia dan rekannya hanya diutus oleh lembaga kampusnya memenuhi undangan dari PWI Sulsel. Ia akan mencabut semua pernyataannya yang sudah terlanjur diucapkan di forum tersebut.
(ikh/mad)











































