Bahas BBM, Pertemuan Kapolda Sulselbar dan Mahasiswa Ricuh

Bahas BBM, Pertemuan Kapolda Sulselbar dan Mahasiswa Ricuh

- detikNews
Kamis, 15 Mar 2012 16:27 WIB
Makassar - Pertemuan membahas dampak kenaikan BBM yang diselenggarakan Kapolda Sulselbar, Irjen Mudji Waluyo dan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) di hotel Clarion, Kamis (15/3/2012), berlangsung ricuh. Apa penyebabnya?

Salah satu pemicunya karena acara tersebut tiba-tiba didatangi massa dari kelompok Cipayung Plus, yang terdiri perwakilan lembaga mahasiswa di Makassar. Kelompok Cipayung memprotes sikap mahasiswa yang hadir di pertemuan yang digagas Kapolda Sulselbar untuk mendukung kebijakan pemerintah yang akan menaikkan kenaikan BBM, yang mereka anggap tidak solid dengan aksi gerakan mahasiswa.

Saat massa Cipayung merangsek masuk ke dalam ruang pertemuan, mereka dihalau oleh seorang mahasiswa yang mengaku sebagai ketua BEM Universitas Veteran Republik Indonesia.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Massa Cipayung berusaha menemui perwakilan mahasiswa yang didaulat sebagai tim perumus dampak kenaikan BBM, yang diketahui bernama Rudianto, perwakilan BEM Fak. Hukum, Universitas Muslim Indonesia. Untungnya, aparat keamanan yang berjaga di sekitar lokasi acara langsung menengahi dua kelompok mahasiswa ini.

"Kami mengecam forum ini, kami tidak sepakat dengan adanya kelompok mahasiswa yang sowan ke Kapolda dan menyatakan dukungannya pada pemerintah yang akan menaikkan harga BBM, mahasiswa Makassar bukan bagian dari forum yang memberi legitimasi seolah kami mendukung kebijakan pemerintah yang akan menyengsarakan rakyat," ujar Irfan, anggota kelompok Cipayung utusan HMI Cabang Makassar Timur.

Rudianto bersama tiga rekannya dipaksa meninggalkan ruang pertemuan oleh massa Cipayung. Menurut Rudianto, ia dan rekannya hanya diutus oleh lembaga kampusnya memenuhi undangan dari PWI Sulsel. Ia akan mencabut semua pernyataannya yang sudah terlanjur diucapkan di forum tersebut.

(ikh/mad)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads