"Pengadaan meubel air DPR dilihat dari DIPA (Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran) tahun 2012, yang berlabel "RAHASIA", dimana DPR akan melakukan pengadaan meubelair sebesar Rp. 5,1 miliar pada tahun 2012 ini. Padahal, pada tahun 2011, DPR telah mengalokasikan anggaran pengadaan Meubelair Gedung DPR RI sebesar Rp.2,7 miliar," kata Kordinator investigasi dan Advokasi FITRA, Uchok Sky Khadafi kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (15/3/2012).
Mestinya, menurut Fitra, DPR melakukan penghematan. Tidak membeli meubel sepanjang tahun. Sepanjang meubel di DPR masih bisa dipakai.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia pun meminta DPR lebih fokus memikirkan rakyat kecil. Ketimbang sibuk mengganti kursi dan meubel-meubel impor.
"Dengan adanya pengadaan meubelair ini, kami dari seknas FITRA meminta anggota dewan yang masih punya rasa simpati dan keperdulian bagi rakyat miskin untuk membatalkan pengadaan meubelair ini. Pembatalan pengadaan meubelair agar dialokasi kepada penambahaan ke alokasi subsidi BBM agar BBM tidak naik," tandasnya.
(van/gun)











































