"Ada dua opsi yang mungkin kita ambil nanti, mendukung salah satu calon yang ada, atau opsi terakhir yaitu abstain," ujar Sekjen DPP Partai Gerindra, Fadli Zon ketika dihubungi detikcom, Kamis (15/3/2012).
Fadli mengatakan hingga kini partainya terus melobi PDIP agar mau mengusung kadernya, Jokowi, sebagai cagub DKI ketimbang memilih kandidat cagub lain. Jika lobi-lobi ini gagal, Gerindra tidak takut mengambil opsi pahit, golput alias abstain.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski demikian, Fadli menegaskan sikap partainya masih menunggu keputusan final dari PDIP.
Terkait pernyataan anggota Dewan Pembina Partai Demokrat, Ahmad Mubarok, soal koalisi partainya dengan PDIP untuk menduetkan Fauzi Bowo dengan Adang Ruchiatna, Fadli mengganggap hal itu baru sebatas wacana.
"Itu belum final, masih proses. Saya kira masih sebatas wacana. Lagipula Jokowi juga kader PDIP," kata Fadli.
Bahkan Fadli juga mengungkapkan partainya masih terus berkomunikasi dengan PDIP untuk meloloskan Jokowi sebagai cagub. "Di tingkat pusat, kami intens berkomunikasi dengan PDIP. Dengan yang lain, tidak terlalu. Di wilayah, mungkin iya komunikasi dengan yang lain," pungkas Fadli.
Pemungutan suara pilkada DKI Jakarta akan digelar 11 Juli 2012 mendatang. Baru satu pasang cagub-cawagub DKI Jakarta yang dideklarasikan, yaitu pasangan Alex Noerdin-Nono Sampono yang diusung koalisi Partai Golkar, PPP, dan PDS. Sedangkan incumbent Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo masih diperebutkan antara PKS dan koalisi Partai Demokrat-PDIP.
Sementara pasangan independen Hendardji Supandji-Ahmad Riza Patria dan pasangan Faisal Basri-Biem Benyamin masih harus mengikuti verifikasi persyaratan yang ditetapkan KPU Provinsi DKI Jakarta sebelum diputuskan menjadi peserta resmi pilkada DKI Jakarta.
(rmd/vta)











































