Rencana KPK untuk mengeksekusi Walikota Bekasi non aktif, Mochtar Muhammad, menyebabkan satgas PDIP Bekasi berkumpul mengawal walikota Bekasi. Puluhan Massa satgas PDIP Bekasi yang berasal dari DPC Bekasi, ranting, dan simpatisan, yang mayoritas ibu-ibu, sejak pagi menjaga kediaman Mochtar.
Massa PDIP Bekasi ini berkumpul di pendopo depan rumah dinas Walikota Bekasi di Jalan Ahmad Yani, Bekasi, Jawa barat, Kamis (15/3/2012).
Namun pada pukul 14.30 WIB, melalui kuasa hukumnya, Mochtar meminta massa untuk kembali ke rumah mereka. Kuasa hukum Mochtar, Sirra Prayuna, meminta massa untuk tidak memikirkan eksekusi Mochtar sebagai bujukan agar massa meninggalkan lokasi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sirra menambahkan dengan lantang belum adanya eksekusi dari KPK hingga sore ini. "Kalian bisa lihat hingga sekarang pak Mochtar belum dieksekusi," tandasnya.
Akhirnya massa meninggalkan rumah dinas Mochtar dengan menyatakan akan kembali lagi berkumpul besok. "Pergerakan kita untuk gerakan demokrasi, kita akan berkumpul besok di bekasi selatan," ucap Hiu Hindiana, koordinator massa.
Sebelumnya, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) hari ini menjadwalkan pemanggilan terhadap Walikota Bekasi Mochtar Muhammad. Mochtar akan dieksekusi menyusul vonis 6 tahun bui yang dijatuhkan Mahkamah Agung (MA). Namun hingga berita ini dimuat tidak ada tanda-tanda keberadaan petugas KPK.
(vid/gah)











































