"Kepemimpinan di KPK itu kolektif. Gaya yang arogan tidak cocok untuk KPK. Gejolak yang terjadi di KPK harus diselesaikan secara internal, hati-hati dengan intervensi pihak lain, apalagi yang memancing di air keruh," jelas peneliti Indonesia Corruption Watch (ICW) Febri Diansyah saat dikonfirmasi, Kamis (15/3/2012).
Pimpinan KPK harus introspeksi diri terkait 'protes' yang dilakukan penyidik. Cara kepemimpinan di KPK berdasarkan egaliter dan kolektif. Seperti model kepemimpinan yang lalu. Jangan sampai gaya mau menang sendiri dibawa ke lembaga KPK, yang memungkinkan munculnya gejolak.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Musuh bersama KPK hanya satu yakni koruptor. Jangan sampai para koruptor malah berpesta pora dan ikut mengipas-ngipasi KPK, pengusutan kasus korupsi pun bisa terancam.
"Apalagi ada sekarang ada upaya serius untuk mengamputasi KPK melalui revisi UU KPK," tutur Febri.
(ndr/)











































