Pengamatan detikcom, Kamis (15/3/2012), 5 orang mengenakan topeng kayu warna putih dan merah berdiri berjejer sambil membentangkan spanduk bertuliskan "Tolak kenaikan harga BBM, naikkan upah buruh, dan laksanakan reforma agraria sejati", dan "SBY-Boediono rezim antirakyat-boneka imperialis Amerika. Hentikan perampasan upah, tanah, kerja."
"Ini simbol seolah-olah SBY mengabdi pada rakyat. Padahal, dia hanya mengabdi pada imperialis," kata. Ernawati, seorang demonstran yang mengenakan topeng di Istana Merdeka, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Massa juga membawa poster-poster bertuliskan "Hak asasi manusia, hak atas pendidikan yang layak", "Hentikan PHK dalam bentuk apa pun", "Hak untuk mendapatkan pekerjaan yang layak", "Industri nasional untuk rakyat", "Hentikan perampasan kerja", serta "Utang luar negeri membawa sengsara."
Massa penuh semangat meneriakkan yel-yel "SBY-Boediono boneka Amerika, SBY boediono rezim antirakyat."
"Rezim Antirakyat SBY Boediono berencana menaikkan harga bahan bakar minyak BBM bersubsidi Rp 1.500 per liter yang akan dilaksanakan 1 April 2012. Sesungguhnya akar utama masalah kenaikan BBM di Indonesia bukan terletak pada perekonomian semata, masalah utama rezim SBY tunduk sepenuhnya terhadap kapitalis monopoli internasional," papar orator, Emelia Yanti.
Aksi berlangsung tertib dan tidak mengganggu arus lalu lintas di kawasan itu.
(aan/)











































