"Tidak ada kesepakatan. Itu rapat tidak memutuskan sesuatu. Itu rapat dari hati-kehati soal rencana kenaikan harga BBM. Itu usulan pemerintah dan keputusan yang sangat berat. Presiden menyampaikan itu sangat berat. Keputusan akhirnya di DPR," kata Ketua FPAN DPR, Tjatur Sapto Edy, kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (15/3/2012).
Presiden telah menyampaikan rencana jangka panjang kenaikan harga BBM. Presiden meminta DPR memutuskan dengan cermat.
"Poin-poinnya itu mencari alternatif untuk melindungi masyarakat yang terkena dampak langsung apabila BBM ini dinaikkan. Jadi apa planningnya apakah beasiswa naik atau wajib belajar ditambahkan 12 tahun. Yang jelas masyarakat yang hampir miskin harus dicover betul-betul. Ada dana stimulus BLSM Rp 30 T sebanyak-banyaknya menyerap tenaga kerja mengurangi pengangguran dan road map jelas seperti apa sampai 2014," terangnya.
Rencananya BBM akan naik dengan kisaran angka Rp 500-Rp 1500. Namun lebih condong ke Rp 1500, dengan harga BBM jenis premium Rp 6000.
"Ada yang mengusulkan lebih dari itu. Tapi studi UGM dan UI tepatnya Rp 1500," tandasnya.
(van/gun)











































