Kunjungan SBY ke Beijing: Meneken MoU Narkoba Hingga Anugerah Doktor HC

Laporan dari China

Kunjungan SBY ke Beijing: Meneken MoU Narkoba Hingga Anugerah Doktor HC

Nurul Hidayati - detikNews
Rabu, 14 Mar 2012 20:38 WIB
Kunjungan SBY ke Beijing: Meneken MoU Narkoba Hingga Anugerah Doktor HC
Beijing, -

Presiden SBY akan melakukan kunjungan kenegaraan ke China pada 22-24 Maret 2012. Kegiatan yang padat akan dilakoninya, mulai bertukar pandangan dengan para pemimpin China, menyaksikan penandatanganan kerjasama, hingga menerima anugerah gelar doktor kehormatan atau honoris causa (HC).

SBY akan tiba di Beijing 22 Maret malam. Esok paginya, SBY menerima kunjungan kehormatan Chairman of China Council for the Promotion of International Trade (CCPIT) Wan Jifei. Lalu Presiden melakukan pertemuan bisnis dengan sekitar 60 CEO perusahaan China yang tergabung dalam CCPIT dan pengusaha Indonesia.

"Bapak Presiden akan menjelaskan perkembangan Indonesia dan menjawab sejumlah pertanyaan," kata Dubes Indonesia untuk China, Imron Cotan, Rabu (14/3/2012). Imron menyatakan hal tersebut kepada wartawan detikcom, Kompas, The Jakarta Post, LKBN Antara dan TVRI di kantor Kedubes RI di Beijing.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selanjutnya SBY melakukan kunjungan kenegaraan dengan Presiden Hu Jintao di Great Hall of People, dilanjutkkan dengan pertemuan bilateral kedua negara. Keduanya lantas menyaksikan penandatanganan beberapa MoU dan perjanjian kerjasama antara Indonesia-RRC.

Setelah jamuan makan siang kenegaraan dan salat Jumat di hotel, SBY meluncur ke Universitas Tsingua, untuk menerima penganugerahan gelar doktor honoris causa. "Universitas Tsingua merupakan universitas yang telah berusia 101 tahun," ujar Imron.

Layaknya sebuah penganugerahan gelar oleh lembaga akedemis, SBY akan membacakan pidato ilmiah. Sementara itu, Ibu Ani Yudhoyono akan meresmikan Pusat Kajian Bahasa Indonesia di Beijing for Foreign Language Studies University. Ini merupakan pusat studi Bahasa Indonesia pertama di China.

Usai itu, SBY bertemu dengan Ketua Kongres Rakyat Nasional atau Ketua DPR, Wu Bunggao, untuk meningkatkan hubungan kedua negara. "Beliau merupakan orang kedua di China setelah Presiden Hu Jintao," kata Imron.

Lantas SBY bertemu dengan PM China Wen Jiabao (orang ketiga di China), utamanya membahas upaya pengembangan kerjasama ekonomi dan peningkatan investasi China di Indonesia. PM Wen akan mengadakan jamuan makan malam juga. Usai itu, akan diadakan jumpa pers.

Adapun MoU yang akan ditandatangani kedua pemerintahan adalah kerjasama di bidang maritim, penanggulangan narkotika, kelautan dan perikanan, kearsipan, statistika dan perpanjangan kerjasama bilateral swap agreement antara Bank Indonesia dengan People's Bank of China.

Terkait penanggulangan narkotika, Imron menyatakan bahwa kerjasama itu penting. "Karena banyak kurir narkoba dari Indonesia, umumnya perempuan," kata pria yang pernah bertugas sebagai Dubes RI di Canberra ini. Kepala BNN Gories Mere nantinya akan bersepakat dengan partnernya.

Sedangkan MoU kerjasama antara pihak BUMN/swasta Indonesia dengan China adalah pembangunan kawasan industri strategis Selat Sunda, yang di dalamnya termasuk pembangunan jembatan Selat Sunda; kerjasama industri logam PT Krakatau Steel; industri penerbangan (Merpati Nusantara Airlines dan PT DI).


Tanggal 24 Maret, SBY akan santap pagi dengan orang kelima di China yaitu Li Changchun, anggota Komite Tetap Politbiro Partai Komunis China (PKC). Selain Li, akan hadir pula perwakilan pemuda-pemudi Indonesia di China. Setelah itu, SBY ke Hong Kong untuk berpidato pada Asian Society.

Lepas dari Hong Kong, SBY ke Seoul untuk menghadiri pertemuan tingkat tinggi nuklir pada 25 Maret.

Menurut catatan Kedubes RI, ini merupakan kunjungan kenegaraan SBY yang pertama sebagai presiden. Sebelumnya SBY pernah ke negeri berpenduduk 1,3 miliar itu namun bukan dalam rangka kunjungan kenegaraan.

"Jadwal tersebut masih tentatif, akan terus kami matangkan bersama pemerintah Tiongkok," kata Imron Cotan.




(nrl/)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini