Polisi-PLN Diwanti-wanti Tanah Abang Jangan Terbakar Lagi

Polisi-PLN Diwanti-wanti Tanah Abang Jangan Terbakar Lagi

- detikNews
Kamis, 05 Agu 2004 12:58 WIB
Jakarta - Khawatir Pasar Tanah Abang bakal terbakar lagi karena aksi penolakan relokasi, para pedagang pun mewanti-wanti polisi dan PLN."Tolong jangan biarkan Pasar Tanah Abang terbakar lagi. Kami minta polsii mengamankan daerah sekitar agar tidak terjadi lagi kebakaran. Kami minta juga PLN memeriksa instalasi listrik, supaya tidak terjadi korsleting," tukas pedagang bernama Abim yang langsung diiyakan rekan-rekannya.Wanti-wanti itu mengemuka dalam pertemuan antara pedagang, PKL, dan pekerja bongkar muat Pasar Tanah Abang dengan Kepala Sub Dinas Bidang Kesiagaan Pemprov DKI Jakarta Syarifudin Arsyad di Kantor Balai Kota jalan Medan Merdeka Selatan Jakarta Pusat, Kamis (5/8/2004). Niat para pedagang untuk menemui Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso gagal karena sedang bertugas di Papua.Aspirasi yang disampaikan para pedagang bervariasi. Beberapa pedagang mengaku tidak keberatan direlokasi, asalkan diberi tenggang waktu hingga setelah Lebaran. Tapi ada juga yang menyatakan menolak direlokasi.Rudi perwakilan PKL menuturkan ada sekitar 1.250 PKL yang berada di Pasar Tanah Abang. "Kami menolak dipindahkan akhir bulan Agustus dan awal September. Kami minta penambahan waktu hingga Lebaran. Kan saat itu sedang ramai-ramainya pembeli," ujarnya.PKL lainnya bernama Sabriyanto mengeluhkan fasilitas lokasi relokasi di Kebon Jati. "Jika kami harus pindah ke Kebon Jati, tolong fasilitasnya dilengkapi. Karena di sana itu, AC saja belum ada, jembatan belum ada. Dulu janjinya tidak ada DP untuk sewa kios. Tapi akhirnya kami dimintai DP. Gimana nih, ini kan janjinya Sutiyoso," tukasnya.Ibrahim selaku koordinator pekerja bongkar muat mengaku tidak setuju pembongkaran Blok B, C, D, E Pasar Tanah Abang. "Kemana kami akan mencari makan, karena para pedagang di blok tersebut adalah majikan kami," ujarnya. Menurut dia, ada sekitar 5.000 pekerja bongkar muat di Pasar Tanah Abang.Mendegar penuturan tersebut, Syarifudin mengaku pihaknya akan menyampaikan unek-unek para pedagang ke Sutiyoso secara lisan dan tulisan. "Kemungkinan Pak Sutiyoso akan pulang dari Papua pada 7 Agustus," katanya.Para pedagang kemudian melanjutkan aksinya ke Kantor DPRD DKI Jakarta jalan Kebon Sirih Jakarta Pusat. Mereka berangsur-angsur meninggalkan Balai Kota mulai pukul 12.20 WIB. Mereka menggunakan metro mini dan motor, namun kebanyakan berjalan kaki. (sss/)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini