Apresiasi positif terhadap mantan finalis Miss Indonesia 2006, Deva Indah, yang memilih menjadi hakim terus berdatangan dari masyarakat. Tidak terkecuali oleh 'big boss'-nya Deva, Ketua Mahkamah Agung (MA), Hatta Ali.
"Malah bagus, jadi penonton sidang banyak karena ingin melihat wajahnya kalau sudah jadi hakim," kata Hatta Ali kepada wartawan di kantornya, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta, Rabu (14/3/2012).
Sebagai orang nomor satu di tubuh lembaga peradilan ini, dia berpesan supaya Deva bertugas dengan profesional. Meski dulunya mantan model di berbagai arena catwalk, namun jangan sampai profesionalitas terpinggirkan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bagi Hatta, menjadi hakim tidak ada syarat cantik atau tidak cantik. Yang terpenting sosok hakim harus bisa menjalankan tugas secara konsisten sesuai peraturan yang ada.
"Kalau dia cantik itu anugerah Tuhan. Kita syukuri. Jangan gara-gara dia cantik enggak jadi hakim. Kalau bagi saya, kalau perempuan cantik jadi hakim malah bagus. Yang penting dia profesional," ujar mantan Ketua Muda Pengawasan Hakim ini.
Deva menggondol gelar SH dari Unpad pada 2005. Setahun kemudian dia menjadi finalis Miss Indonesia mewakili Provinsi Jawa Barat. Beberapa bulan setelah itu dia diterima menjadi calon hakim dengan penempatan magang di Bandung. Lalu pada 2009 dia diangkat menjadi hakim dengan penempatan di PN Muara Bulian, Jambi, hingga sekarang.
(asp/)











































