Siswi SMK Dhuafa Laporkan Aksi Kekerasan Satpol PP
Kamis, 05 Agu 2004 12:48 WIB
Padang - Yuliastuti, siswi SMK Dhuafa melaporkan tindak kekerasan yang dilakukan Satpol Pamong Praja (PP) Pemkot Padang ke Polisi. Kekerasan itu tejadi saat Satpol PP menduduki SMK Dhuafa.Yuliastuti yang ditemui detikcom di luar bekas sekolahnya, gedung Transito, Jl. S. Parman, Padang, Sumatera Barat mengatakan, kekerasan tersebut terjadi karena dirinya menolak bujukan pindah ke sekolah lain, Selasa (2/8/2004)."Saat itu saya tengah duduk di depan sekolah, tiba-tiba datang para petugas Satpol PP. Salah satunya meminta saya agar mau dipindahkan ke sekolah lain. Sekolah itu lebih bagus dan gratis," tutur Yuli.Yuli mengatakan, dengan alasan masih mencintai SMK Dhuafa dia menolak bujukan tersebut. Sikap Yuli ini agaknya membuat anggota Satpol PP tersebut emosi. Yuli dijambak kemudian kepalanya diguncang-guncangkan. Seorang petugas Satpol PP lainnya bahkan mengancam akan memukulnya.Mendapat perlakuan itu, Yuli langsung melarikan diri. Yuli berlari ke arah kerumunan temannya dan meminta perlindungan. Yuli melaporkan kejadian ini ke Poltabes Padang pada Rabu (3/8/2004) malam.Saat ini suasana di bekas SMK Dhuafa tidak ada sama sekali kegiatan belajar mengajar. Puluhan siswa sekolah gratis itu juga tidak terlihat lagi bergerombol. Hanya ada sekitar 5 sampai 10 orang bekas siswa yang terlihat di kejauhan.Puluhan petugas Satpol PP masih memasang tampang sangarnya di tempat tersebut. Dua buah mobil Satpol PP diparkir tepat di depan gerbang pintu gedung Transito.
(djo/)











































