"Saya nggak tahu, silakan diamati sendiri," kata Wakil Ketua KPK Busyro Muqoddas kepada detikcom di gedung UPN, Pondok Labu, Jakarta Selatan, rabu (14/3/20120.
Menurut Busyro, hingga kini lima pimpinan KPK dalam keadaan solid. Tidak ada perpecahan di internal, baik antara penyidik maupun pimpinan.
Terkait dengan aksi solo Abraham saat penetapan Angelina Sondakh sebagai tersangka, Busyro menolak itu disebut sebagai bentuk ketidaksolidan pimpinan KPK. Menurut mantan ketua Komisi Yudisial ini, saat itu para pimpinan sedang tugas di luar kota dan rapat internal.
"Karena yang lain sedang punya tugas rapat, saya ada di kantor, di ruangan sedang ada rapat," ungkapnya.
Lebih jauh, Busyro juga menjelaskan, pimpinan KPK saat ini tidak bisa memaksakan kehendaknya pada anak buah. Sebab ada aturan dan kesepakatan yang harus ditempuh oleh semua pihak.
"Jadi misalnya saya dulu waktu satu tahun jadi ketua KPK tidak bisa memaksakan kehendak misalnya nggak mau, atau penyidik meminta harus jadi tersangka, atau ini nggak akan laku," terangnya.
"Karena sudah terbangun itu bagus, itu dinamika. mereka sudah hidup dengan budaya kerja yang independen dan profesional," tutup pria yang tampil dengan kemeja putih ini.
(mad/ndr)











































