"Jangan ditangkap mentah-mentah apa yang disampaikan ke media. Tidak semuanya benar. Sebagai contoh saya bicara soal rok mini, padahal saya nggak pernah bicara rok mini," kata Marzuki saat menjawab pertanyaan siswa SMA. Taruna Nusantara terkait pemberitaan buruk di DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (14/3/2012).
"Ketua DPR mengurusi rok mini, padahal saya cuma bicara DPR ini lembaga negara, tidak ada aturan norma hukum mengurusi pakaian. Ada yang pantas tapi nggak patut, sebenarnya tinggal dinilai pantas tidak berpakaian seperti itu di lembaga negara," sambungnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya hanya sampaikan berpakaian itu disesuaikan jangan memancing. Kalau ke masjid pakai peci, ke mal ya pakaian mal, tapi beritanya dibahas berapa hari rok mini terus. Tapi nggak apa-apa jadi terkenal ketua DPR, karena setiap hari nongol di TV karena bahasanya enak," kata dia.
Marzuki lalu mengimbau agar anak-anak muda tak begitu saja percaya pemberitaan media. Namun secara jernih melihat permasalahan di DPR.
"Apakah media memberikan pendidikan bagi kita semua? Sebagian menyebarkan yang tidak baik. Saya pernah kirim surat ke KPI. Tidak bisa, kekeliruan kita bisa ada hak jawab. Sudahlah, capek kita ngurusin hak jawab. Kita tahu KPI lemah, letih, lesu. KPI-nya kemana-mana dibiayai media. Ya sudahlah," tandasnya.
(van/mad)











































